www.bisnistoday.co.id
Senin , 31 Agustus 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Rupiah Terancam Terus Melemah, Prof Didik: BI Tak Bisa Bekerja Sendirian
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Rupiah Terancam Terus Melemah, Prof Didik: BI Tak Bisa Bekerja Sendirian

Rupiah
Ilustrasi Mata Uang Rupiah, beberapa waktu lalu./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih menghadapi tantangan berat dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam lima tahun mendatang. Persoalan struktural ekonomi Indonesia yang terlalu bertumpu pada pasar domestik dinilai menjadi salah satu penyebab utama rupiah sulit menguat secara berkelanjutan.

Ekonom senior Prof. Didik J. Rachbini menilai besarnya pasar domestik Indonesia justru belum diikuti kekuatan sektor eksternal yang mampu menghasilkan devisa dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap dolar AS tetap tinggi, sementara pasokan devisa belum cukup kuat.

Menurut Didik, aktivitas ekonomi yang sebagian besar berputar di dalam negeri memang mampu menciptakan lapangan kerja, keuntungan perusahaan dan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Namun, aktivitas tersebut tidak secara langsung memperkuat cadangan devisa.

“Ekonomi Indonesia yang berputar di lingkaran domestik dengan basis jumlah penduduk dan kelas menengah yang besar merupakan kelemahan mendasar selama ini,” kata Didik.

Dia mengatakan, Indonesia perlu mengubah orientasi ekonominya dari inward looking menjadi outward looking. Artinya, dunia usaha tidak hanya mengandalkan konsumen domestik, tetapi juga memperbesar penetrasi pasar internasional melalui ekspor dan aktivitas ekonomi yang menghasilkan devisa.

“Ekonomi perlu mengembangkan kebijakan ekonomi yang berbasis ekspor yang akan mendatangkan cadangan devisa dolar yang besar. Ini yang sebenarnya dibutuhkan Indonesia untuk mendukung nilai tukar yang kuat,” ujarnya.

Persoalan lain adalah ketergantungan Indonesia terhadap impor. Di tengah kebutuhan barang modal dan bahan baku untuk menopang kegiatan ekonomi domestik, pelemahan sektor eksternal membuat kebutuhan dolar tetap besar. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap rupiah ketika pasokan devisa tidak mampu mengimbangi permintaan.

Didik juga menyoroti kualitas ekspor Indonesia yang masih banyak bertumpu pada komoditas seperti batu bara, minyak kelapa sawit dan nikel. Ketergantungan pada komoditas membuat penerimaan devisa sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga global.

Di sisi lain, investasi asing yang seharusnya menjadi sumber devisa juga menghadapi sejumlah persoalan. Kepastian hukum, korupsi, biaya transaksi serta persepsi risiko investasi dinilai dapat mengurangi daya tarik Indonesia dibandingkan negara berkembang lainnya.

Karena itu, Didik memperkirakan pergantian kepemimpinan BI tidak otomatis mampu mengubah arah pergerakan rupiah. Menurutnya, ruang BI terbatas karena persoalan nilai tukar berkaitan dengan struktur ekonomi secara keseluruhan.

“Sampai lima tahun mendatang rupiah tetap tidak akan menguat, akan tetap lemah dan bahkan terus melemah,” tegas Didik.

Dia menilai kebijakan suku bunga tetap diperlukan sebagai instrumen moneter, tetapi tidak cukup menjadi solusi tunggal. Kenaikan suku bunga memang dapat meningkatkan daya tarik aset rupiah bagi investor, namun pada saat yang sama berpotensi menekan kredit perumahan dan investasi domestik.

“Untuk menjaga nilai rupiah lebih stabil dan lebih kuat tidak cukup hanya dengan menggunakan instrumen suku bunga,” ujar Didik.

Menurut dia, penguatan rupiah membutuhkan pembenahan yang lebih mendasar melalui peningkatan daya saing sektor luar negeri, ekspor, investasi asing, pariwisata dan berbagai sumber devisa lainnya. Tanpa perubahan tersebut, pertumbuhan ekonomi domestik tetap dapat berlangsung, tetapi rupiah akan terus menghadapi tekanan.

“Arus masuk devisa tersebut lebih kecil daripada permintaan akan dolar sehingga nilai tukar terus tertekan,” paparnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Tutup Program Magang Pengurus KDKMP Dari 31 Provinsi

LAMONGAN, Bisnistoday - Kementerian Koperasi menutup program magang pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Dorong Pengrajin Tenun dan Petani Kopi Toraja Bergabung dalam Koperasi

TANA TORAJA, Bisnistoday — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong pengrajin tenun...

Perlintasan Sebidang
HEADLINE NEWSNasional

PT Kereta Api Indonesia Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Perlintasan Sebidang

JAKARTA, Bisnstoday- PT Kereta Api Indonesia (Persero) fokus merealisasikan program peningkatan keselamatan...

Pengembangan Ekspor
Ekonomi & Bisnis

Mendag Busan Ajak UMKM Manfaatkan Program Pengembangan Ekspor Kemendag

BANYUWANGI, Bisnistoday - Menteri Perdagangan Budi Santoso berdialog langsung dengan Asosiasi Pengusaha...