www.bisnistoday.co.id
Rabu , 28 Oktober 2026
Home LIFESTYLE Faktor Genetik Perbesar Resiko Seseorang Terkena IBD
LIFESTYLESport & Health

Faktor Genetik Perbesar Resiko Seseorang Terkena IBD

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Amanda Pitarini Utari selaku dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi RS Abdi Waluyo menjelaskan bahwa, riwayat keluarga perbesar resiko seseorang terkena Inflammatory Bowel Disease (IBD)

“Faktor risiko genetik memang kuat, ada studi menunjukkan bahwa 5–20 % orang dengan IBD memiliki salah satu anggota keluarga tingkat pertama yang juga mengidap penyakit radang usus ini,” ujar Amanda di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dirinya menjelaskan bahwa, tatalaksana penyakit IBD umumnya menggunakan terapi obat (tablet dan injeksi), namun pada beberapa keadaan diperlukan tindakan operasi/pembedahan atau bahkan dilakukan tatalaksana dengan kombinasi obat-obatan dan pembedahan.

“Beberapa jenis vaksinasi direkomendasikan juga bagi pasien IBD sebagai bentuk pencegahan infeksi. IBD yang kronis mungkin memerlukan pembedahan untuk mengangkat bagian saluran pencernaan yang rusak. Pada dasarnya penyakit ini memiliki tingkat kesulitan yang beragam sehingga diperlukan kerjasama multidisiplin,” tuturnya.

Baca Juga : Waspada Penyakit IBD, Diare Yang Bisa Berujung Kanker

Selain itu, ada beberapa cara untuk membantu mencegah timbulnya IBD diantaranya dengan menerapkan gaya hidup sehat sedini mungkin sebagai strategi jangka panjang untuk mengurangi risiko berkembangnya penyakit.

“Tingkatkan asupan serat pangan dan jaga pola makan sehat seperti konsumsi buah, sayur, dan whole grains. Harus juga mengurangi makanan olahan (ultra processed food), serta rutin berolahraga,” imbuh Amanda.

“Pencegahan dini memang bukan jaminan absolut, tetapi kombinasi strategi ini memberi harapan untuk menunda atau menurunkan risiko munculnya IBD,” tambahnya.

Senada dengan Amanda, dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroentero hepatologi RS Abdi Waluyo, Indra Marki menghimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala IBD dan tidak menunda pemeriksaan ke tenaga medis yang tepat.

“Deteksi dini dan penanganan komprehensif sangat penting untuk mencegah timbulnya komplikasi serius. Kami berharap semakin banyak pasien yang berani memeriksakan diri lebih awal, karena langkah ini dapat menjadi kunci dalam mengendalikan perjalanan penyakit sekaligus meminimalkan risiko jangka panjang,” tutupnya./

 

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Sport & Health

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026, Lahirkan Atlet Berjenjang dari Daerah hingga Nasional 

Jakarta, Bisnistoday.co.id - Pengembangan atlet esports membutuhkan proses pembinaan yang terarah dan...

Sebanyak 25 Pengprov Kirim Wakilnya di Kejurnas Voli Antarklub U-19. (dok: Humas PP PBVSI)
Sport & Health

Sebanyak 25 Pengprov Kirim Wakilnya di Kejurnas Voli Antarklub U-19

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PP PBVSI bakal menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli...

LIFESTYLE

Internet 5G XL di Bandung Raya Tembus 500 Mbps, Ini Pilihan Paketnya

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Layanan internet 5G XL di Bandung menawarkan kecepatan hingga...

Sport & Health

Swisse Ultiboost Grape Seed + Vitamin C Hadir dengan Antioksidan Lebih Kuat

Jakarta, Bisnistoday.co.id – Swisse menghadirkan Swisse Ultiboost Grape Seed + Vitamin C...