JAKARTA, Bisnistoday.co.id– INPEX Masela, Ltd. menandai pencapaian penting dalam pengembangan Proyek LNG Abadi Masela melalui penyelesaian tahap Front-End Engineering Design (FEED). Pencapaian tersebut dirayakan dalam acara FEED Completion Ceremony pada 27 Oktober 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta.
Penyelesaian FEED menjadi tonggak strategis yang memperkuat landasan teknis bagi kelanjutan pengembangan proyek. Tahapan ini mencakup perumusan dasar desain, spesifikasi, dan kebutuhan teknis yang akan menjadi acuan dalam mempersiapkan pengembangan fasilitas LNG Abadi ke tahap berikutnya.
Acara tersebut dihadiri Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dan Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas, Direktorat Jenderal Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ariana Soemanto, bersama jajaran Kementerian ESDM dan SKK Migas.
Dari pihak INPEX, hadir Akihiro Watanabe, Senior Vice President Asia Projects; Kenji Hasegawa, President Director INPEX Masela, Ltd.; serta Jarrad Blinco, Executive Project Director INPEX Masela, Ltd. Mitra strategis turut diwakili Rachmat Hidajat, Direktur Pengembangan dan Produksi PT Pertamina Hulu Energi (PHE), serta Yuzaini bin Md Yusof dari OCM Searah Masela, Sdn. Bhd.
Penyelesaian FEED ini didukung sejumlah perusahaan rekayasa dan mitra teknis, antara lain Saipem, Tripatra, McDermott, Technip, JGC, TEN, KBR Indonesia, PT Adhi Karya, Samsung E&A, dan Worley. Sebagai bentuk pengakuan atas penyelesaian pekerjaan teknis, acara tersebut juga diisi dengan penyerahan Technical Acceptance Certificate kepada para kontraktor.
Salah satu aspek penting dalam pencapaian ini adalah keterlibatan kalangan akademisi. Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Pattimura (UNPATTI) turut berpartisipasi melalui kerja sama yang melibatkan sekitar 200 profesor dan doktor sebagai independent reviewer atau penelaah independen. Mereka membantu menelaah dan memberikan masukan terhadap dokumen FEED Proyek LNG Abadi Masela.
Keterlibatan perguruan tinggi tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara industri dan dunia akademik dalam mendukung penelaahan teknis proyek berskala besar.
Penyelesaian FEED menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kemitraan antara INPEX, pemerintah Indonesia, SKK Migas, mitra strategis, kontraktor, serta perguruan tinggi. Dengan fondasi teknis yang semakin matang, pencapaian ini diharapkan mendukung persiapan pengembangan Proyek LNG Abadi Masela menuju tahapan berikutnya./







































