JAKARTA, Bisnistoday– Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak generasi muda pelaku usaha atau youthpreneurs untuk melestarikan produk budaya Indonesia sekaligus mengembangkannya lewat inovasi. Ajakan itu disampaikan saat membuka pameran INACRAFT October 2025 Vol. 4 Youthpreneurs di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Kamis (2/10).
“Pada 2024, Indonesia tercatat sebagai negara eksportir produk kerajinan peringkat ke-11 dunia. Masa depan kerajinan kita ada di tangan generasi muda. Karena itu, youthpreneurs harus berperan sebagai pelestari budaya sekaligus pembawa inovasi,” ujar Budi Santoso dalam sambutannya.
Seremoni pembukaan juga dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wamen PPPA Veronica Tan, Ketua Umum ASEPHI Muchsin Ridjan, serta Ketua Dekranas Selvi Gibran Rakabuming. Sejumlah duta besar negara sahabat turut hadir menyaksikan kemeriahan acara.
Budi menegaskan, Kemendag berkomitmen memperkuat UMKM agar mampu menembus pasar ekspor melalui program UMKM BISA Ekspor. Program ini mempertemukan pelaku UMKM dengan perwakilan perdagangan RI di luar negeri dan calon pembeli mancanegara.
“UMKM harus berdaya saing dan siap beradaptasi dengan permintaan global. Saat ini kami punya 46 perwakilan dagang di 33 negara yang rutin memfasilitasi pertemuan daring dengan UMKM,” ujarnya.
Data Kemendag mencatat, sepanjang Januari–Agustus 2025, sebanyak 942 UMKM telah mengikuti business matchingdengan nilai transaksi mencapai USD 90,9 juta atau setara Rp1,4 triliun. Produk yang paling diminati antara lain makanan-minuman, kopi, kakao, perawatan tubuh, furnitur, hingga fesyen muslim.
Ketua Umum ASEPHI Muchsin Ridjan menambahkan, antusiasme UMKM untuk ikut serta dalam INACRAFT sangat besar. “Di sini hanya sebagian kecil yang bisa tampil, tapi minat di daerah luar biasa. Kami mengapresiasi pemerintah yang menjaga UMKM, sebab UMKM adalah penyangga ekonomi rakyat,” ucapnya.
Salah satu peserta pameran, Lumosh Living, menampilkan produk ramah lingkungan dari limbah keramik. Co-Founder Lumosh, Raymond Kurniawan Tjiadi, berharap dukungan pemerintah dapat memperkuat daya saing industri keramik.
“Kami ingin produk keramik juga diberi ruang lebih luas di pameran internasional, yang selama ini masih banyak didominasi rotan dan kayu,” ujarnya.
INACRAFT edisi Oktober kali ini menegaskan kembali peran youthpreneurs sebagai garda depan dalam membawa produk budaya Indonesia ke kancah global, sekaligus menjadi motor penggerak inovasi bagi UMKM.//










































