www.bisnistoday.co.id
Kamis , 5 November 2026
Home EKONOMI Meta dan Microsoft bakal Pangkas Ribuan Karyawan
EKONOMIEkonomi & BisnisOtomotif & Tekno

Meta dan Microsoft bakal Pangkas Ribuan Karyawan

Berbeda dengan Gale, Zuckerberg secara terang-terangan mengatakan bahwa AI membuat beberapa perekrutan menjadi tidak perlu.

Meta bakal Pangkas Ribuan Karyawan (unsplash/julio-lopez)
Meta bakal Pangkas Ribuan Karyawan (unsplash/julio-lopez)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Perusahaan teknologi raksasa, Meta dan Microsoft bakal memangkas jumlah karyawan mereka hingga ribuan orang seiring dengan investasi mereka di bidang kecerdasan buatan (AI). Para eksekutif kedua perusahaan itu mengklaim bahwa teknologi tersebut memenuhi kebutuhan produktivitas perusahaan.

Meta memberi tahu staf mereka pada Kamis (23/4/2926) bahwa pada tanggal 20 Mei nanti mereka akan memangkas sekitar 10% personelnya ( hampir 8.000 karyawan) untuk meningkatkan efisiensi, bagian dari rencana pemutusan hubungan kerja yang dibuat beberapa bulan lalu.

Pada hari yang sama, Microsoft mengumumkan kepada karyawannya, untuk pertama kalinya, bahwa mereka akan menawarkan pensiun sukarela kepada sekitar 7% dari tenaga kerja mereka di Amerika yang berjumlah sekitar 125.000 orang.

Dalam memo internal kepada staf Meta, Janelle Gale, kepala bagian sumber daya manusia, memang tidak menyebutkan AI secara eksplisit sebagai salah satu alasan PHK, tetapi mengatakan bahwa pemangkasan tersebut akan memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan investasi di bidang lain.

Dalam presentasi pendapatan kuartal keempat tahun 2025 Meta, CEO, Mark Zuckerberg, berbicara tentang percepatan AI besar-besaranm yang mencakup rencana untuk menghabiskan US$115 miliar hingga US$135 miliar untuk AI. Angka ini hampir dua kali lipat pengeluaran modal perusahaan tahun sebelumnya.

“Ini bukan pertukaran yang mudah,” tulis Gale. Dia menekankan bahwa karyawan akan menerima paket pesangon yang besar.

Berbeda dengan Gale, Zuckerberg secara terang-terangan mengatakan bahwa AI membuat beberapa perekrutan menjadi tidak perlu. “Kami mulai melihat proyek-proyek yang dulunya membutuhkan tim besar sekarang dapat diselesaikan oleh satu orang yang sangat berbakat,” katanya.

Menurut Guardian, Meta mengonfirmasi laporan berita tentang PHK dan memo internal, tetapi menolak untuk berkomentar lebih lanjut.

Pensiun Sukarela

Sementara itu, Financial Times melaporkan, Microsoft telah menawarkan program pengunduran diri sukarela kepada karyawan lama, khususnya mereka yang usia dan masa kerja di perusahaan mencapai 70 tahun atau lebih. Lebih dari 8.000 karyawan akan memenuhi syarat ini,  namun pihak Microsoft belum mau berkomentar.

Pada Juli 2025, Microsoft memperkirakan akan menghabiskan sekitar US$100 miliar untuk infrastruktur AI pada tahun fiskal mendatang. Analis sekarang memperkirakan angka tersebut menjadi US$110 miliar-US$120 miliar.

Mustafa Suleyman, kepala AI Microsoft, mengatakan pada Februari lalu bahwa ia percaya AI akan mampu menggantikan sebagian besar pekerjaan kerah putih dalam 12 hingga 18 bulan ke depan.

Satya Nadella, CEO Microsoft, telah menggembar-gemborkan adopsi AI internal Microsoft, yang menurutnya telah menghasilkan peningkatan produktivitas yang signifikan. Pada April 2025, ia mengklaim bahwa AI mampu menangani hingga 30% pekerjaan pengkodean perusahaan.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

Geoffrey Hinton (dok: University of Toronto)
GLOBALOtomotif & Tekno

Peraih Nobel Geoffrey Hinton Sebut Dunia akan Lebih Baik Tanpa AI

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Serangan siber yang melumpuhkan sejumlah supermarket di Prancis, baru-baru...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & Bisnis

Hingga September 2026, Kemendag Catat Tren Positif Perdagangan Luar Negeri  

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan pada September 2026...