www.bisnistoday.co.id
Jumat , 9 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Perkakas Batu di Lingjing Tiongkok Diduga Dibuat pada Zaman Es
Humaniora

Perkakas Batu di Lingjing Tiongkok Diduga Dibuat pada Zaman Es

Prediksi baru ini diperoleh dengan mengukur rasio uranium dan thorium dalam kristal kalsit pada tulang hewan yang ditemukan di samping peralatan batu tersebut.

Perkakas Batu di Situs Lingjing, Tiongkok, yang diduga dari Zaman Es (dok: Field Museum)
Perkakas Batu di Situs Lingjing, Tiongkok, yang diduga dari Zaman Es (dok: Field Museum)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday —Para ahli memperkirakan peralatan batu yang ditemukan di situs arkeologi Lingjing di Tiongkok tengah, berusia 146.000 tahun, atau sekitar 20.000 tahun lebih awal dari yang diprediksi sebelumnya.

“Orang sering membayangkan kreativitas sebagai sesuatu yang berkembang di masa-masa baik (tenang),” kata Yuchao Zhao, peneliti dari Field Museum, Chicago, Amerika Serikat. “Menemukan bahwa peralatan batu ini dibuat selama Zaman Es yang keras, menceritakan kisah yang berbeda. Masa-masa sulit dapat memaksa kita untuk beradaptasi,” katanya.

Archeology Magazine dalam situsnya, Selasa (12/6/2026) menyatakan, prediksi baru ini diperoleh dengan mengukur rasio uranium dan thorium dalam kristal kalsit pada tulang hewan yang ditemukan di samping peralatan batu tersebut. Karena sejumlah kecil uranium dalam kristal kalsit perlahan berubah menjadi thorium, rasio kedua unsur dalam kristal tersebut bertindak sebagai jam alami dan mengungkapkan usianya.

Homo Juluensis

Di Tiongkok tengah, para ilmuwan telah menghabiskan lebih dari satu dekade menggali dan mempelajari situs arkeologi tempat manusia purba menyembelih hewan. Di antara tulang-tulang, para arkeolog menemukan alat-alat batu kompleks yang membutuhkan tingkat kecerdasan dan kreativitas untuk membuatnya

Perkakas batu tersebut dibuat oleh Homo Juluensis, kerabat manusia yang telah punah yang diperkirakan telah membuat kemajuan teknologi terbatas. Tetapi analisis inti batu berbentuk cakram di situs tersebut menunjukkan bahwa proses pembuatannya sangat terorganisir.

“Ini bukan sekadar produksi serpihan batu biasa, melainkan teknologi yang membutuhkan perencanaan, ketelitian, dan pemahaman mendalam tentang sifat-sifat batu dan mekanika patahan,” kata Zhao.

Secara keseluruhan, kata dia, penelitian ini mengungkapkan kisah yang jauh lebih kaya tentang inovasi, kecerdasan, dan evolusi manusia di Asia Timur.//

 

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Anne Carson, peraih Nobel Sastra 2026 (Dok: Nobelprize.org)
HumanioraKawasan Global

Penyair asal Kanada Anne Carson Raih Nobel Sastra 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Penulis puisi asal Kanada, Anne Carson meraih Nobel Sastra...

Talkshow IDAFLW 2026 (dok: Ist)
Humaniora

IDAFLW 2026: Mewujudkan Potensi Ekonomi, Sosial dan Lingkungan dalam Atasi Susut dan Sisa Pangan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Peringatan International Day of Awareness of Food Loss and...

Mendikdasmen
Humaniora

Mendikdasmen Bersama Menko PMK Pantau Hasil Perbaikan Sekolah di SD Negeri Cirimekar 2 Kab.Bogor

KAB.BOGOR, Bisnistoday.co.id - Ruang kelas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diperbaiki,...

Humaniora

AYIMUN Presents Taruna Nusantara MUN Jadi Wadah 301 Pelajar Belajar Diplomasi

MAGELANG, Bisnistoday.co.id- Sebanyak 301 pelajar dari 31 provinsi di Indonesia mengikuti AYIMUN...