www.bisnistoday.co.id
Jumat , 15 Mei 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Perkakas Batu di Lingjing Tiongkok Diduga Dibuat pada Zaman Es
Humaniora

Perkakas Batu di Lingjing Tiongkok Diduga Dibuat pada Zaman Es

Prediksi baru ini diperoleh dengan mengukur rasio uranium dan thorium dalam kristal kalsit pada tulang hewan yang ditemukan di samping peralatan batu tersebut.

Perkakas Batu di Situs Lingjing, Tiongkok, yang diduga dari Zaman Es (dok: Field Museum)
Perkakas Batu di Situs Lingjing, Tiongkok, yang diduga dari Zaman Es (dok: Field Museum)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday —Para ahli memperkirakan peralatan batu yang ditemukan di situs arkeologi Lingjing di Tiongkok tengah, berusia 146.000 tahun, atau sekitar 20.000 tahun lebih awal dari yang diprediksi sebelumnya.

“Orang sering membayangkan kreativitas sebagai sesuatu yang berkembang di masa-masa baik (tenang),” kata Yuchao Zhao, peneliti dari Field Museum, Chicago, Amerika Serikat. “Menemukan bahwa peralatan batu ini dibuat selama Zaman Es yang keras, menceritakan kisah yang berbeda. Masa-masa sulit dapat memaksa kita untuk beradaptasi,” katanya.

Archeology Magazine dalam situsnya, Selasa (12/6/2026) menyatakan, prediksi baru ini diperoleh dengan mengukur rasio uranium dan thorium dalam kristal kalsit pada tulang hewan yang ditemukan di samping peralatan batu tersebut. Karena sejumlah kecil uranium dalam kristal kalsit perlahan berubah menjadi thorium, rasio kedua unsur dalam kristal tersebut bertindak sebagai jam alami dan mengungkapkan usianya.

Homo Juluensis

Di Tiongkok tengah, para ilmuwan telah menghabiskan lebih dari satu dekade menggali dan mempelajari situs arkeologi tempat manusia purba menyembelih hewan. Di antara tulang-tulang, para arkeolog menemukan alat-alat batu kompleks yang membutuhkan tingkat kecerdasan dan kreativitas untuk membuatnya

Perkakas batu tersebut dibuat oleh Homo Juluensis, kerabat manusia yang telah punah yang diperkirakan telah membuat kemajuan teknologi terbatas. Tetapi analisis inti batu berbentuk cakram di situs tersebut menunjukkan bahwa proses pembuatannya sangat terorganisir.

“Ini bukan sekadar produksi serpihan batu biasa, melainkan teknologi yang membutuhkan perencanaan, ketelitian, dan pemahaman mendalam tentang sifat-sifat batu dan mekanika patahan,” kata Zhao.

Secara keseluruhan, kata dia, penelitian ini mengungkapkan kisah yang jauh lebih kaya tentang inovasi, kecerdasan, dan evolusi manusia di Asia Timur.//

 

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Astra Women Network 2026 bertema “Women Empowered: From Empowerment to Impact.” (dok: Astra)
EKONOMIHumaniora

Astra Women Network 2026: Dari Pemberdayaan Menuju Dampak Nyata

JAKARTA, Bisnistoday - Astra terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang...

Ilustrasi Virus Korona (dok:Fusion Medical Animation/Unsplash)
GLOBALHumanioraIndepth

Meski Gejalanya Mirip, Hantavirus Berbeda dengan Covid-19

JAKARTA, Bisnistoday – Baru-baru ini dunia digegerkan dengan temuan kasus hantavirus yang...

PLN Icon
Humaniora

Literasi Teknologi, ICONNET Ajak Siswa SD Gunakan Internet Secara Bijak

PALEMBANG, Bisnistoday – PLN Icon Plus mengadakan kegiatan “ICONNET Goes To School”...

Evakuasi medis terhadap orang-orang yang diduga terinfeksi hantavirus, Cabo Verde, 6 Mei 2026. (dok: WHO)
Humaniora

WHO Ingatkan Potensi Merebaknya Kasus Hantavirus

JAKARTA, Bisnistoday - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta setiap negara bersiap menghadapi...