www.bisnistoday.co.id
Selasa , 9 Juni 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Perkakas Batu di Lingjing Tiongkok Diduga Dibuat pada Zaman Es
Humaniora

Perkakas Batu di Lingjing Tiongkok Diduga Dibuat pada Zaman Es

Prediksi baru ini diperoleh dengan mengukur rasio uranium dan thorium dalam kristal kalsit pada tulang hewan yang ditemukan di samping peralatan batu tersebut.

Perkakas Batu di Situs Lingjing, Tiongkok, yang diduga dari Zaman Es (dok: Field Museum)
Perkakas Batu di Situs Lingjing, Tiongkok, yang diduga dari Zaman Es (dok: Field Museum)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday —Para ahli memperkirakan peralatan batu yang ditemukan di situs arkeologi Lingjing di Tiongkok tengah, berusia 146.000 tahun, atau sekitar 20.000 tahun lebih awal dari yang diprediksi sebelumnya.

“Orang sering membayangkan kreativitas sebagai sesuatu yang berkembang di masa-masa baik (tenang),” kata Yuchao Zhao, peneliti dari Field Museum, Chicago, Amerika Serikat. “Menemukan bahwa peralatan batu ini dibuat selama Zaman Es yang keras, menceritakan kisah yang berbeda. Masa-masa sulit dapat memaksa kita untuk beradaptasi,” katanya.

Archeology Magazine dalam situsnya, Selasa (12/6/2026) menyatakan, prediksi baru ini diperoleh dengan mengukur rasio uranium dan thorium dalam kristal kalsit pada tulang hewan yang ditemukan di samping peralatan batu tersebut. Karena sejumlah kecil uranium dalam kristal kalsit perlahan berubah menjadi thorium, rasio kedua unsur dalam kristal tersebut bertindak sebagai jam alami dan mengungkapkan usianya.

Homo Juluensis

Di Tiongkok tengah, para ilmuwan telah menghabiskan lebih dari satu dekade menggali dan mempelajari situs arkeologi tempat manusia purba menyembelih hewan. Di antara tulang-tulang, para arkeolog menemukan alat-alat batu kompleks yang membutuhkan tingkat kecerdasan dan kreativitas untuk membuatnya

Perkakas batu tersebut dibuat oleh Homo Juluensis, kerabat manusia yang telah punah yang diperkirakan telah membuat kemajuan teknologi terbatas. Tetapi analisis inti batu berbentuk cakram di situs tersebut menunjukkan bahwa proses pembuatannya sangat terorganisir.

“Ini bukan sekadar produksi serpihan batu biasa, melainkan teknologi yang membutuhkan perencanaan, ketelitian, dan pemahaman mendalam tentang sifat-sifat batu dan mekanika patahan,” kata Zhao.

Secara keseluruhan, kata dia, penelitian ini mengungkapkan kisah yang jauh lebih kaya tentang inovasi, kecerdasan, dan evolusi manusia di Asia Timur.//

 

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Wamendikdasmen
Humaniora

Kemendikdasmen Kaji Tata Kelola Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru

DENPASAR, Bisnistoday - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus...

Salah satu univeritas di Guangdong, Tiongkok. (Unsplasg/Lan Lin)
Humaniora

Hari ini, Jutaan Siswa di Tiongkok Ikuti Tes Masuk Perguruan Tinggi

JAKARTA, Bisnistoday - Ratusan siswa di Tiongkok berbondong-bondong memasuki tempat ujian di...

Univ. Paramadina
HEADLINE NEWSHumaniora

LLDIKTI Wilayah III Usulkan Tata Ulang Waktu Penerimaan Mahasiswa

JAKARTA, Bisnistoday- Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III terhadap Memperhatikan keberlangsungan...

mendikdasmen
Humaniora

Hak Pendidikan Anak, Kemendikdasmen Tingkatkan Penanganan Anak Putus Sekolah

JAKARTA, Bisnistoday – Kemendikdasmen memastikan akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia memperoleh...