JAKARTA, Bisnistoday – Pedagang yang berada di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur terus meningkat. Peningkatan jumlah pedagang ini juga diikuti dengan pertumbuhan lapak Pasar Induk Kramat Jati walau masih terbatas.
“Trenya, sih terus meningkat, ini jumlah pedagangnya. Begitupun jumlah penyewa lapak juga mengikutinya. Ini memperlihatkan geliat ekonomi masih cukup lumayan bertahan, karena Pasar Induk Kramat Jati ini, memang mayoritas adalah berjualan kebutuhan pokok yang dikonsumsi sehari-hari,” urai Kepala Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Jaya (Perseroda), Agus Lamun, di Jakarta, Kamis (13/8).
Agus mengatakan, baru-baru ini Pasar Induk telah mengoperasikan tempat dagang di C1 yang jumlahnya seribuan pedagang. Mengenai jumlah lapak, pedagang pasar biasanya mencari kesesuaian volume dagangannya. “Kalau dirasa, masih bisa menggunakan lapak lama, akan bertahan. Namun bisa aja sudah tidak mencukupi lapaknya, sehingga menyewa lapak tambahan.”
Mengenai pelayanan, menurut Agus juga terus menerus ditingkatkan. Seperti penanganan sampah, lanjut Agus Lamun, Pasar Kramat Jati sekarang ini memiliki sampah kelolaan sehari sekitar 150 ton sampah. Sebagian, dari sampah tersebut sudah diolah melalui pemadatan (waste compaction) dan incinerator. “Hanya saja, kami terus mencari upaya untuk pengolahan sampah lebih optimal melalui teknologi.”
Sementara, terkait lapak yang terbakar pada area Los Buah C2, sebelumnya, Agus menambahkan, tengah mencari solusi paling optimal antara harapan pedagang, pengelola dan kontraktor penggarap konstruksi.
“Sebenarnya pedagang yang berada di area lapak terbakar kemarin, waktu sewa memang hampir berakhir, atau tepatnya Oktober tahun depan. Untuk sementara ditempatkan ke area sementara di Pasar Kramat Jati. Kami akan terus mencari titik optimalnya,” tambahnya./









































