www.bisnistoday.co.id
Minggu , 30 Agustus 2026
Home EKONOMI Kemenkop Tutup Program Magang Pengurus KDKMP Dari 31 Provinsi
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Tutup Program Magang Pengurus KDKMP Dari 31 Provinsi

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari bersama para peserta magang 54 Pengurus KDKMP Sektor Serba Usaha, di Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Sabtu malam (29/8/2026).
Social Media

LAMONGAN, Bisnistoday – Kementerian Koperasi menutup program magang pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Sektor  Serba Usaha di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur (Jatim).

Sebanyak 54 pengurus KDKMP dari 31 provinsi yang mengikuti mengikuti magang selama delapan hari, belajar praktik pengelolaan koperasi profesional, produktif dan berkelanjutan yang akan diterapkan di koperasinya masing-masing.

“Fondasi penguatan KDKMP dimulai dari pengurus yang kompeten, adaptif, dan memiliki semangat kewirausahaan. Keberhasilan kegiatan magang tidak hanya diukur dari kehadiran selama kegiatan berlangsung, melainkan dari langkah nyata yang lahir setelah peserta kembali ke daerah,” kata Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari dalam acara Penutupan Magang Bagi Pengurus KDKMP Sektor Serba Usaha, di Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Sabtu malam (29/8/2026).

Baca juga: Kemenkop Anugerahkan Koperasi Award kepada Gen Z hingga Tokoh Nasional

Destry mengemukakan pengetahuan, pengalaman, dan jejaring kerja yang diperoleh selama magang menjadi modal utama bagi para pengurus untuk memperkuat tata kelola dan kemampuan usaha koperasi.

Pada waktu yang bersamaan, juga dilakukan penutupan program magang Pengurus KDKMP di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq Sektor Pertanian, di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Peserta magang di Kopontren Al-Ittifaq diikuti 36 pengurus KDKMP, yang berlangsung 23-30 Agustus 2026.

Peserta magang telah mendapatkan sertifikat pelatihan perkoperasian melalui LMS (Learning Management System) atau pelatihan dasar perkoperasian lainnya.

“Metodologi dan Materi Pelaksanaan Magan: pendekatan dua skema yaitu pembekalan materi dan studi kunjungan (study visit) dan praktik langsung (on the job training),” ungkapnya.

Sementara, materi pembelajaran mencakup, regulasi, strategi kebijakan, prinsip dan penerapan tata kelola koperasi yang baik. Koordinasi dan komunikasi antara pengurus dan pengelola koperasi. Transformasi jiwa kewirausahaan, kepemimpinan, serta identifikasi potensi dan inovasi usaha.

Materi lainnya, kolaborasi, inkubasi, pengembangan circular business, dan ekosistem bisnis berkelanjutan. Pengelolaan keuangan dan strategi pembiayaan atau permodalan koperasi. Teknik penyusunan proposal bisnis, metode evaluasi, dan mitigasi risiko serta studi kunjungan dan praktik langsung pada unit-unit usaha koperasi.

“Kegiatan magang ini telah berakhir, namun perjalanan memajukan KDKMP baru saja dimulai. Terapkan pengalaman yang diperoleh, hadirkan inovasi, dan bangun koperasi yang kuat, modern, serta bermanfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Banyak Kendala, Namun Mendapat Respon Positif 

Sementara itu, mewakili Kepala Dinas dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan, Kepala Bidang Perkoperasian, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Lamongan Yusup Efendi menyampaikan, Lamongan menjadi daerah dengan jumlah KDKMP terbanyak yang telah terbangun secara fisik di Indonesia, yakni sebanyak 317 unit.

“Dari jumlah tersebut, tahap pertama sebanyak 90 unit telah mulai beroperasi. Keberadaan KDKMP yang jumlahnya paling banyak di Lamongan membawa tantangan tersendiri,” katanya.

Terutama terkait kesiapan pengurus dalam menjalankan operasional koperasi. Di lapangan masih ditemui berbagai kendala, meskipun secara fisik bangunan koperasi telah berdiri.

Ditegaskan Yusup, meskipun masih terdapat hambatan, respon masyarakat terhadap keberadaan KDKMP sangat positif. Pada masa peluncuran awal, salah satu KDKMP di Lamongan mencatatkan omzet hingga Rp14 juta dalam satu hari penjualan. Barang yang paling banyak diburu masyarakat adalah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan elpiji.

“Ini membuktikan bahwa jika jalur logistik terjamin dan pengelolaan berjalan baik. Keberadaan KDKMP akan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Insya Allah kendala yang ada saat ini akan teratasi seiring berjalannya waktu dan semakin matangnya pengelolaan di tingkat desa,” ucapnya.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Dorong Pengrajin Tenun dan Petani Kopi Toraja Bergabung dalam Koperasi

TANA TORAJA, Bisnistoday — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong pengrajin tenun...

Pengembangan Ekspor
Ekonomi & Bisnis

Mendag Busan Ajak UMKM Manfaatkan Program Pengembangan Ekspor Kemendag

BANYUWANGI, Bisnistoday - Menteri Perdagangan Budi Santoso berdialog langsung dengan Asosiasi Pengusaha...

Menperin
Ekonomi & Bisnis

Perluas Akses Pembiayaan, Kemenperin Dorong IKM Terapkan Praktik Berkelanjutan

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, daya saing industri...

Industri Alas Kaki
Ekonomi & Bisnis

Kemendag Sinergikan Pengembangan Pasar Ekspor untuk Wilayah Jawa dan Sumatra

JAKARTA, Bisnistoday- Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, saat “Forum...