www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 5 September 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 : Akselerasi Energi Terbarukan Indonesia, Membuka Peluang Investasi, Membangun Ketahanan
Ekonomi & Bisnis

The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 : Akselerasi Energi Terbarukan Indonesia, Membuka Peluang Investasi, Membangun Ketahanan

Pembukaan The 12th IndoEBTKE ConEx 2026
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday — The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 resmi dibuka hari ini di Convention Grand Ballroom, JIEXPO Kemayoran, menandai dimulainya rangkaian tiga hari forum energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) terbesar di Indonesia.

Penyelenggaraan diramaikan dengan peluncuran area pameran yang menampilkan lebih dari 20 perusahaan peserta dari sektor energi terbarukan dan kelistrikan, dimulainya sesi plenary dan breakout session pertama, serta pembukaan resmi Networking Hub sebagai wadah yang dirancang untuk mempertemukan langsung pengembang proyek dengan investor dan lembaga pembiayaan

Pembukaan tahun ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya menyatukan sembilan organisasi diantaranya Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) selaku tuan rumah, Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) selaku co-host, serta tujuh asosiasi mitra (AESI, AEAI, API, MEBI, APPLTA, PJCI, dan Masyarakat Biometana Indonesia) dan knowledge partner, Boston Consulting Group

“Penyatuan sembilan organisasi dalam satu forum mencerminkan pendekatan menyeluruh (whole-of-sector) terhadap transisi energi, yang tidak lagi berfokus pada satu jenis energi semata, melainkan merangkul surya, angin, panas bumi, bangunan hijau, efisiensi energi, hingga manufaktur peralatan kelistrikan dalam negeri sebagai satu ekosistem yang saling melengkapi,” ujar Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia, Norman Ginting di Jakarta, Rabu (2/9)

Penyelenggaraan The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 turut didukung penuh oleh berbagai perusahaan dan institusi terkemuka di sektor energi, yang berpartisipasi sebagai sponsor diantaranya Pertamina, BPDP, GIZ, GGGI, PLN, Supreme Energy, Sembcorp, dan Star Energy Geothermal, HK, Summit Niaga, Geo Dipa, PCG Global, dan WIKA.

Dengan total booth sebanyak 22 perusahaan. Dukungan luas dari berbagai perusahaan dan institusi ini mencerminkan tingginya kepercayaan dan komitmen sektor swasta maupun BUMN terhadap percepatan transisi energi bersih di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 forum kolaborasi strategis bagi para pemangku kepentingan energi terbarukan di kawasan ASEAN.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Yuliot, menegaskan mengenai pentingnya ketahanan energi melalui pengembangan energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE).

“Transisi energi bukan sekadar upaya memenuhi komitmen global, melainkan strategi mendasar untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian pasokan energi fosil,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menegaskan bahwa Indonesia telah memasuki fase eksekusi untuk mempercepat transisi energi, dengan fokus yang bergeser dari perencanaan menuju realisasi proyek-proyek strategis di lapangan.

“Implementasi pengembangan EBTKE telah mencapai 17,3% pada semester ini. Pemerintah terus mendorong percepatan pencapaian target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 30% pada tahun 2034,” ucapnya.

Dukungan kebijakan pemerintah, meningkatnya minat investasi hijau, serta penguatan kerja sama regional menjadikan IndoEBTKE ConEx sebagai momentum penting untuk mempercepat eksekusi proyek dan implementasi solusi energi berkelanjutan di Indonesia dan kawasan ASEAN.

Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan peluang kolaborasi antara pemerintah sebagai pemangku kepentingan, pelaku industri, penyedia teknologi, dan akademisi, sekaligus mempertemukan kebutuhan pasar dengan inovasi dan solusi yang relevan untuk mendukung pengembangan sektor energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia, termasuk penerapannya pada sektor energi nasional.

“Kolaborasi ini juga berfokus pada upaya mendukung realisasi program pemerintah dengan mempertemukan para pemangku kepentingan terkait dalam satu platform, guna mendorong terciptanya sinergi, kemitraan, dan implementasi solusi yang dapat mempercepat agenda transisi energi nasional,” pungkas Norman./E2

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

PERKOSMI : Industri Kosmetik Tumbuh Pesat, Perlu Dikawal Bersama

JAKARTA, Bisnistoday – Industri kosmetik Indonesia merupakan salah satu industri yang terus...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Siapkan Mesin Pascaproduksi bagi KDKMP Pada 2027

LAMPUNG, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan menyiapkan alat-alat mesin-mesin pascaproduksi untuk...

CEO Danantara
Ekonomi & Bisnis

Indonesia dan Rusia Jalin Kemitraan Bidang Pertanian, Energi dan Mineral, Pertahanan, hingga Perkapalan

JAKARTA, Bisnistoday – Indonesia sepakat membuka kemitraan dengan Rusia berbagai bidang industri...

Pabrikan BYD
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Pabrik BYD di Subang Tingkatkan Basis Manufaktur EV Dalam Negeri

JAKARTA, Bisnistoday- Seiring beroperasinya fasilitas produksi PT BYD Motor Indonesia di Subang,...