BOJONEGORO, Bisnistoday – Komitmen terhadap aspek keselamatan, keamanan dan lingkungan menjadi fondasi utama dalam operasional Proyek Strategis Nasional Jambaran Tiung Biru (JTB) Zona 12 di Bojonegoro. Manager HSSE JTB Zona 12, Eko Heri W, menyatakan budaya HSSE telah dibangun sejak 2017, jauh sebelum fase operasi dimulai.
“HSSE kami dimulai sejak 2017, sampai masa operation. Ada daily check up, alkohol check,” ujar Eko Heri W di Bojonegoro, Senin (21/9).
Ia menjelaskan, budaya keselamatan yang dikembangkan bukan hanya sekadar prosedur, melainkan sebuah sistem yang menyeluruh. Konsep yang diusung adalah ERCM atau Emergency Response and Safety Management.
“Budaya ERCM, emergency response and safety management. Sementara, aspek lainnya yakni aspek security, aspek environment,” tegasnya.
Menurutnya, tiga pilar HSSE yakni Safety, Security, dan Environment berjalan beriringan. Aspek keamanan aset dan pekerja dijaga ketat, sementara aspek lingkungan menjadi kunci untuk keberlanjutan operasi di tengah masyarakat.
Dari Proper Biru Menuju Hijau
Di sisi lingkungan, JTB Zona 12 mencatatkan capaian positif. Selama tiga tahun berturut-turut, proyek gas yang dikelola PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 ini berhasil mempertahankan peringkat Proper Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Saat ini JTB Zona 12 meraih pencapaian Proper Biru, kita juga ada pemantauan pohon trembesi. Kami Proper Biru 2023 – 2025, sudah Proper Biru,” ungkap Eko.
Namun, manajemen tidak berpuas diri. Target selanjutnya adalah naik kelas ke Proper Hijau, peringkat yang menandakan pengelolaan lingkungan di atas ketaatan regulasi dan adanya upaya efisiensi serta pemberdayaan masyarakat.
“Kami berupaya ke Proper Hijau, dan ada pendampingan dari ITS, dan pendampingan Regional IV. Optimis sampai ke Proper Hijau,” katanya.
Untuk mencapai Proper Hijau, pihaknya menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebagai pendamping teknis dan mendapat pengawalan dari Regional IV PT Pertamina Hulu Energi.
Eko menambahkan, perjalanan menuju Proper Emas pun sudah dipetakan. Syaratnya, harus meraih Proper Hijau tiga kali berturut-turut.
“Untuk ke emas, tiga kali hijau. Ini banyak melibatkan tim CSR,” jelasnya.
Trembesi Jadi Penyangga Emisi
Salah satu program unggulan lingkungan yang menjadi andalan JTB Zona 12 adalah program penanaman pohon trembesi secara masif.
Pohon trembesi dipilih karena kemampuannya yang tinggi dalam menyerap karbon dan emisi. Program ini diklaim berjalan harmonis tanpa menimbulkan konflik sosial.
“Program penanaman pohon trembesi, tak ada gangguan masyarakat. Emisi kami tidak ada pencemaran, jadi bisa kategori panjang,” tutup Eko.
Dengan emisi yang terkendali dan tidak menimbulkan pencemaran, serta dukungan program penghijauan dan pemberdayaan masyarakat melalui CSR, JTB Zona 12 optimis dapat menjadi proyek energi yang tidak hanya andal memasok kebutuhan gas nasional, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan energi yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.










































