www.bisnistoday.co.id
Senin , 28 September 2026
Home HEADLINE NEWS Industri Didorong Untuk Utamakan Pemenuhan Pasar Domestik
HEADLINE NEWS

Industri Didorong Untuk Utamakan Pemenuhan Pasar Domestik

KIT Batang
KAWASAN Industri Terpadu Batang di Kab.Batang, Jawa Tengah, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Perindustrian mendorong pemenuhan pasar domestik Indonesia bagi industri nasional, untuk memperluas pangsa pasar sekaligus membangun produk yang semakin kompetitif.

“Pemanfaatan produk dalam negeri merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem industri yang semakin kuat. Ketika produk industri nasional memiliki pasar yang semakin luas, kapasitas produksi dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sehingga memberikan dampak lanjutan terhadap investasi, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan rantai pasok di dalam negeri,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Sabtu (26/9).

Menperin menuturkan, setiap belanja sebesar Rp1 untuk produk dalam negeri, dapat menghasilkan dampak sebesar Rp2,2 terhadap perekonomian nasional. Di samping itu, pasar domestik menjadi peluang besar bagi industri manufaktur nasional. Sekitar 78,39 persen produk manufaktur nasional ditujukan untuk pasar domestik, sedangkan 21,61 persen lainnya untuk pasar ekspor.

Dengan jumlah penduduk yang besar dan kebutuhan konsumsi yang terus berlangsung, terdapat ruang yang luas bagi produk industri nasional untuk meningkatkan penetrasinya di pasar dalam negeri. Karena itu, penggunaan produk dalam negeri perlu menjadi bagian dari keputusan pengadaan barang dan jasa, baik di lingkungan pemerintah maupun sektor lainnya.

Optimalisasi Kapasitas Industri

Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P4DN) Kris Sasono Ngudi Wibowo menjelaskan, peluang tersebut juga ditopang oleh kapasitas industri yang masih dapat dioptimalkan, terlihat dari utilisasi industri pengolahan nonmigas tercatat sebesar 61,8 persen pada 2025. Di sisi lain, konsumsi rumah tangga Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai Rp12.834,8 triliun dengan jumlah penduduk 284,44 juta jiwa.

“Besarnya basis konsumen tersebut memberikan ruang bagi produk manufaktur nasional untuk memperluas pasar domestik,” katanya.

Oleh karena itu, pemerintah memperkuat industri dalam negeri dengan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hingga 2 September 2026, terdapat lebih dari 57.000 produk tersertifikasi TKDN yang berasal dari lebih dari 5.600 perusahaan industri. Keberadaan produk-produk tersebut menjadi bagian dari basis industri nasional yang dapat dimanfaatkan dalam pengadaan barang dan jasa sekaligus memperluas akses pasar bagi produk manufaktur dalam negeri.

Pada sektor industri farmasi dan produk kesehatan nasional, salah satu industri yang menerapkan kebijakan TKDN yaitu Bio Farma Group, yang telah memiliki 29 sertifikat TKDN dan BMP meliputi produk vaksin, enoxaparin, kit diagnostik, serta produk lainnya. Nilai TKDN produk yang telah tersertifikasi berada pada rentang 44,28 persen hingga 95,03 persen, sementara Bobot Manfaat Perusahaan mencapai nilai maksimal 15 persen.

“Penguatan produksi dalam negeri bagi industri farmasi bukan hanya mengenai seberapa besar produk dapat dibuat di dalam negeri, tetapi juga mengenai kemampuan membangun kapabilitas dari hulu hingga hilir. Dengan penguasaan teknologi, peningkatan TKDN, serta penerapan standar mutu dan halal, produk yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan nasional sekaligus memiliki daya saing di pasar global,” ujar Direktur Utama PT Bio Farma Evi Sylvia.

Dalam talkshow Community Engagement bertajuk “Local Content, Greater Market: Produk Dalam Negeri, Bisnis Makin Jadi”, Evi juga menuturkan, aspek halal juga menjadi bagian penting dalam pengembangan produk farmasi dan vaksin di Indonesia. Bio Farma menyatakan komitmen untuk mengembangkan dan memproduksi produk vaksin dan life science yang halal sesuai ketentuan syariat Islam, sekaligus menerapkan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH)./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menteri Dody
HEADLINE NEWS

Menteri PU Dody Kecewa Laporan Penanganan Kekeringan Lahan Pertanian di Cirebon

CJREBON, Bisnistoday – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyusuri sejumlah lokasi...

Energi Geothermal
HEADLINE NEWS

Target Bauran EBET Meleset, Pengamat: UU EBET Harus Segera Disahkan Kunci Komitmen NZE 2060

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pengamat Kelistrikan dari ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menilai komitmen...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

IHSG Berpeluang Rebound, Stabilitas Rupiah dan Arus Asing Menentukan

JAKARTA, Bisnistoday – Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate di level 5,75%...

Budi Santoso
HEADLINE NEWS

Produk UMKM Didorong Masuk ke Tokopedia dan Tiktok Shop

SOLO, Bisnistoday - Kementerian Perdagangan bersinergi dengan Tokopedia dan Tiktok Shop untuk...