JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersama anak perusahaannya, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), sukses memfasilitasi empat Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan dalam pameran kerajinan berskala internasional INACRAFT Oktober 2026 (Vol. 5 Youthpreneurs). Berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 di Assembly Hall Stan No. 121–122 Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, partisipasi aktif perseroan ini menjadi wujud nyata komitmen program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam mengaselerasi daya saing UMK kriya nasional.
Mengusung tema pameran “Techno Craft” dengan tagline “From Smart Village to Global Market”, Hutama Karya Group mendorong para perajin lokal untuk memadukan nilai warisan budaya etnik dengan touch teknologi digital dalam proses produksi hingga pemasaran modern. Langkah ini diambil guna memposisikan produk kriya Nusantara tidak sekadar sebagai barang seni, melainkan sebagai lifestyle products yang relevan dengan kebutuhan pasar global dan generasi muda (youthpreneurs).
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan bahwa ajang INACRAFT menjadi panggung strategis bagi mitra binaan korporasi untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional.
“Penyelenggaraan pameran ini tidak hanya membuka akses transaksi retail secara langsung kepada puluhan ribu pengunjung, tetapi juga mempertemukan para perajin binaan kami dengan para pembeli potensial (potential buyers) dan eksportir mancanegara. Melalui pendampingan berkelanjutan dari TJSL Hutama Karya Group, kami ingin memastikan produk kriya lokal mampu naik kelas dan memiliki kepastian daya saing yang berkelanjutan,” ujar Hamdani.
Dalam gelaran lima hari tersebut, stan Hutama Karya Group menampilkan beragam produk kriya unggulan hasil kurasi ketat. Produk yang dipamerkan meliputi busana batik wanita, kemeja pria, serta kain bermotif marbel/suminagashi karya Serodja Widji Batik (binaan HKI asal DI Yogyakarta); deretan tas pesta manik-manik, kotak tisu, hingga gantungan HP buatan Elok Souvenir (binaan HK asal Padang); kreasi gelang pandora dari OpiCha Craft; serta koleksi bros manik dan akrilik dari Adel Collection. Untuk memberikan pengalaman interaktif bagi pengunjung, booth HK Group turut menggelar mini event berupa demonstrasi langsung pembuatan aksesoris manik-manik dan teknik membatik yang dipandu langsung oleh para perajin binaan.
Dukungan penuh terhadap pengembangan UMK ini juga ditunjukkan melalui kehadiran perwakilan Rukun Ibu Hutama Karya (RIHK) dan Srikandi HK yang turut mengapresiasi karya-karya kriya yang dipamerkan. Penguatan kapasitas pelaku usaha cilik ini diharapkan mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah asal para perajin, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga pelestarian budaya tradisional.
Komitmen berkelanjutan Hutama Karya sebagai BUMN di bawah naungan PT Danantara Asset Manajemen (Persero) ini merupakan implementasi nyata Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-1/MBU/03/2023. Langkah strategis ini sekaligus menyelaraskan agenda Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat kemandirian ekonomi berbasis ekonomi kreatif warga, serta menyokong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.//
















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)

























