JAKARTA, Bisnistoday.co.id – BPJS Kesehatan bersama Muhammadiyah DKI Jakarta memperkuat edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kegiatan TASBIH JKN (Transformasi Awareness dan Sinergi Bersama Insan Dakwah Jaminan Kesehatan Nasional).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dakwah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para dai dan mubalig agar dapat menyampaikan informasi JKN kepada masyarakat melalui dakwah, pengajian, dan khutbah.
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menyampaikan bahwa tokoh agama memiliki peran penting dalam memperluas edukasi JKN. Kedekatan para dai dan mubalig dengan masyarakat diharapkan dapat membantu meluruskan informasi yang keliru mengenai kepesertaan dan pelayanan kesehatan.
“Melalui kegiatan ini, BPJS Kesehatan dan Muhammadiyah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai Program JKN, agar terhindar dari informasi bohong atau hoaks yang beredar di masyarakat,” ujar Akmal di Jakarta, Sabtu (24/10).
Akmal juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan kepesertaan JKN tetap aktif sebelum membutuhkan pelayanan kesehatan. Status kepesertaan dapat diperiksa secara mandiri melalui aplikasi Mobile JKN sehingga peserta dapat menghindari kendala administrasi saat berobat. “Pastikan betul kepesertaan JKN-nya aktif karena sakit itu tidak ada waktunya. Jangan sampai ketika sakit baru diurus,” tegas Akmal.
Dalam kegiatan tersebut, para dai dan mubalig mendapatkan pembekalan mengenai alur pelayanan kesehatan, hak dan kewajiban peserta, serta prinsip gotong royong dalam Program JKN. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai kanal layanan, seperti aplikasi Mobile JKN, WhatsApp PANDAWA, Care Center 165, Mal Pelayanan Publik (MPP), serta BPJS SATU dan PIPP di rumah sakit. Berbagai layanan tersebut memudahkan masyarakat mengakses informasi dan mengurus administrasi kepesertaan JKN.
Untuk mengukur pemahaman peserta, BPJS Kesehatan melaksanakan pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah pembekalan. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan pengetahuan peserta sehingga informasi JKN yang disampaikan kembali kepada masyarakat dapat lebih tepat dan mudah dipahami.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, Supriadi Karsim, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, perlindungan kesehatan sangat penting karena sakit maupun kecelakaan dapat terjadi tanpa diduga. Kepesertaan JKN yang aktif dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus menanggung seluruh biaya secara mandiri.
“Pada dasarnya tidak ada orang yang mau sakit. Semua orang ingin sehat, tetapi kita tidak tahu, tiba-tiba ada orang kecelakaan. Dalam keadaan sehat, dia dibawa ke rumah sakit dan dirawat. Kalau punya BPJS Kesehatan, itu meringankan,” imbuh Supriadi.
Supriadi berharap para da’i dan mubalig dapat menyampaikan manfaat Program JKN melalui ceramah, pengajian, maupun khutbah. Dengan demikian, masyarakat semakin memahami pentingnya memiliki perlindungan kesehatan sebelum menghadapi risiko sakit.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Bidang Pendidikan MUI DKI Jakarta, Bunyamin, menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan. Menurutnya, pencegahan penyakit perlu menjadi perhatian bersama agar masyarakat tidak hanya berfokus pada pengobatan ketika sakit.
“Preventif jauh lebih penting daripada kuratif. Dalam rangka itu kita promosikan supaya semua pihak memiliki awareness, kesadaran untuk menjaga dan memelihara kesehatan,” kata Bunyamin.
Melalui TASBIH JKN, BPJS Kesehatan berharap para da’i dan mubalig dapat mengajak masyarakat memahami manfaat Program JKN, rutin membayar iuran, dan menjaga kepesertaan tetap aktif. Semangat gotong royong, yaitu peserta yang sehat membantu peserta yang sakit, menjadi pesan penting agar perlindungan kesehatan dapat terus dirasakan seluruh masyarakat./






































