www.bisnistoday.co.id
Minggu , 11 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Awal Pekan IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat
Bursa

Awal Pekan IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

ihsg menguat
IHSG dan rupiah pada perdagangan Senin (01/07) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (01/07) ditutup menguat 76,04 poinke posisi 7.139,62. Sementara indeks LQ45 naik 8,92 poin ke posisi 896,65.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (01/07) menyebut, penguatan IHSG kali ini didorong oleh data inflasi menurun dari sebelumnya 2,84 persen menjadi 2,51 persen, sehingga meningkatkan ekspektasi penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) meskipun ada kemungkinan bahwa BI tetap berusaha untuk memperkuat nilai Rupiah, salah satunya dengan upaya tidak memangkas tingkat suku bunga untuk pertemuan berikutnya.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat dipimpin oleh sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 4,14 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor energi yang masing-masing naik sebesar 3,15 persen dan 2,27 persen.

Tiga sektor turun yaitu sektor kesehatan turun paling dalam minus 0,45 persen, diikuti sektor properti dan sektor infrastruktur yang masing- masing turun sebesar 0,21 persen dan 0,10 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu WIKA, SMDR, BRPT, KJEN dan KPIG. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni LABA, BDKR, IBOS, LPKR dan DATA.

Baca juga: Akhir Pekan IHSG Menguat, Kurs Rupiah Melemah

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 921.602 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,75 miliar lembar saham senilai Rp14,14 triliun. Sebanyak 321 saham naik 233 saham menurun, dan 241 tidak bergerak nilainya

Rupiah Menguat

Di pasar uang, kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 54 poin atau 0,33 persen menjadi Rp16.321 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.375 per dolar AS.

Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto mengatakan, kurs rupiah masih akan stabil, cenderung menguat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia mengalami deflasi 0,08 persen pada Juni 2024 jika dibanding dengan IHK bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).

Terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,37 pada Mei 2024 menjadi 106,28 pada Juni 2024. Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahunan mencapai 2,51 persen (year-on-year/yoy) dan inflasi tahun kalender 1,07 persen (year-to-date/ytd).

Rully menuturkan kondisi tersebut memberikan pengaruh positif yakni penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Selain itu, penguatan rupiah juga didukung oleh faktor dari mulai berkurangnya permintaan valas memasuki kuartal III-2024. “Karena faktor musiman, jadi di kuartal III-2024 tidak ada lagi pembayaran dividen valas, repatriasi, dan musim haji,” ujarnya.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin menguat ke level Rp16.355 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.394 per dolar AS./

 

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...