www.bisnistoday.co.id
Minggu , 27 September 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

GEDUNG BEI
Papan Pemantau Digital Pasar Saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August 2026 Index Review memberikan tekanan bagi pasar saham Indonesia, setelah MSCI menghapus GOTO dari MSCI Indonesia Investable Market Index dan menurunkan CPIN dari Global Standard Index ke Global Small Cap Index. Perubahan tersebut berpotensi memicu arus dana keluar secara teknikal, meski dampaknya terhadap IHSG diperkirakan relatif terbatas dan lebih terkonsentrasi pada saham yang terdampak langsung.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan hasil review MSCI kali ini cenderung lebih negatif bagi pasar Indonesia. Selain perubahan pada GOTO dan CPIN, tidak adanya penambahan saham Indonesia ke Global Standard Index juga berarti tidak terdapat arus dana masuk yang dapat mengimbangi potensi outflow.

“MSCI August 2026 Index Review memberikan hasil yang lebih negatif bagi pasar Indonesia. Sesuai ekspektasi kami, CPIN turun dari Global Standard ke Small Cap, sementara risiko pada GOTO terealisasi dengan penghapusan dari MSCI Indonesia Investable Market Index,” ujar Rully.

Menurut Rully, keputusan MSCI menghapus GOTO berkaitan dengan rendahnya likuiditas saham tersebut setelah bertahan di harga minimum Rp50 sejak Mei. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan risiko terhadap kemampuan investor pasif dalam mereplikasi indeks.

“MSCI secara spesifik menyebut rendahnya likuiditas akibat GOTO bertahan di harga minimum Rp50 sejak Mei sebagai penyebab potensi index replicability issues,” kata Rully.

Rully menilai dampak utama dari perubahan tersebut bersifat teknikal, terutama melalui potensi passive outflow menjelang implementasi perubahan indeks pada akhir Agustus. Namun, tekanan tersebut diperkirakan tidak serta-merta memberikan dampak besar terhadap IHSG secara keseluruhan karena arus dana keluar akan lebih terkonsentrasi pada saham-saham yang mengalami perubahan indeks.

“Dampak utama bersifat teknikal, dengan potensi passive outflow menjelang implementasi akhir Agustus. Tidak adanya penambahan saham Indonesia ke Standard Index juga berarti tidak terdapat offsetting inflow, sejalan dengan pembatasan MSCI yang masih berlaku,” ujar Rully.

Di sisi lain, Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Wilbert Arifin, menilai besaran perubahan bobot Indonesia dalam indeks global menjadi salah satu alasan dampak hasil review kali ini diperkirakan tetap terbatas terhadap pasar secara keseluruhan.

Menurut Wilbert, bobot Indonesia di Emerging Market diperkirakan hanya turun dari sekitar 0,49% menjadi 0,46%. Dari sisi arus dana keluar, ia memperkirakan passive outflow sekitar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun yang akan terjadi pada hari efektif rebalancing, yakni setelah perdagangan 31 Agustus.

“Dalam jangka pendek mungkin ada dampak terhadap sentimen karena memang tidak ada penambahan saham dan hanya terjadi pengurangan. Namun, dampaknya terhadap pasar secara keseluruhan diperkirakan minimal dan lebih terkonsentrasi pada saham yang terdampak langsung, seperti CPIN,” ujar Wilbert.

Menjelang review MSCI berikutnya pada November, Wilbert menilai Indonesia perlu menjaga kredibilitas pasar serta komunikasi antara regulator dan MSCI. Menurutnya, perbaikan secara gradual pada aspek tersebut dapat membuka peluang keputusan MSCI yang lebih positif dan menjadi katalis tambahan bagi arus modal asing maupun pasar secara keseluruhan./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menteri Dody
HEADLINE NEWS

Menteri PU Dody Kecewa Laporan Penanganan Kekeringan Lahan Pertanian di Cirebon

CJREBON, Bisnistoday – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyusuri sejumlah lokasi...

Energi Geothermal
HEADLINE NEWS

Target Bauran EBET Meleset, Pengamat: UU EBET Harus Segera Disahkan Kunci Komitmen NZE 2060

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pengamat Kelistrikan dari ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menilai komitmen...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

IHSG Berpeluang Rebound, Stabilitas Rupiah dan Arus Asing Menentukan

JAKARTA, Bisnistoday – Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate di level 5,75%...

Budi Santoso
HEADLINE NEWS

Produk UMKM Didorong Masuk ke Tokopedia dan Tiktok Shop

SOLO, Bisnistoday - Kementerian Perdagangan bersinergi dengan Tokopedia dan Tiktok Shop untuk...