JAKARTA, Bisnistoday- Pelaku pasar kembali mengkhawatirkan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed) masih akan tetap agresif menaikkan suku bunga, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada perdagangan awal pekan, Senin (10/10) melemah 67 poin ke posisi Rp15.318 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.251 per dolar AS.
“Dolar AS menguat dibalik perilisan data tenaga kerja Amerika Serikat yang hasilnya optimistis,” kata Analis Monex Investindo Furtures, Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Senin (10/10).
Menguatnya dolar AS seiring optimisnya data ketenagakerjaan non pertanian atau Non Farm Payrolls (NFP) AS yang menunjukkan pertumbuhan sebanyak 26 ribu tenaga kerja, lebih tinggi dari estimasi 250 ribu tenaga kerja.
Sementara itu data lain yaitu tingkat pengangguran juga menunjukkan penurunan menjadi 3,5 persen, lebih baik dari estimasi di level 3,7 persen.
Dengan mempertimbangkan data ekonomi AS yang optimis dan pernyataan pejabat The Fed yang cenderung hawkish, pasar saat ini kembali berekspektasi akan ada kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) selanjutnya.
Di sisi lain, ada kekhawatiran pasar terhadap ketegangan geopolitik setelah adanya ledakan di sebagian jembatan Krimea yang sangat penting untuk suplai perang Rusia.
Selain itu Korea Utara yang dikabarkan menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke arah perairan timurnya pada Minggu (9/10), yang mana ini merupakan tindakan terbaru dari serangkaian uji senjata baru-baru ini sehari setelah penempatan kembali kapal induk AS di dekat Semenanjung Korea, telah memperburuk ketegangan regional.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.275 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.273 per dolar AS hingga Rp15.319 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp15.299 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.246 per dolar AS./
















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)
























