JAKARTA, Bisnistoday- Setelah dalam beberapa hari perdagangan pada pekan lalu mengalami kenaikan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ini ditutup melemah hingga menembus di bawah level psikologis 7.000.
IHSG pada perdagangan Senin (10/10) ditutup melemah 32,39 poin ke posisi 6.994,4. Sementara Indeks LQ45 turun 2,71 poin ke posisi 996,69.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji mengatakan, pelemahan IHSG kali ini disebabkan oleh adanya hawkish stance from The Fed. Di sisi lain para pelaku pasar juga memfaktorkan hasil data IKK (Indeks Keyakinan Konsumen) per September yang turun di level 117,2.
Survei Konsumen Bank Indonesia pada September 2022 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga.
Optimisme konsumen pada September 2022 yang tetap terjaga ditopang oleh keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi terhadap ekonomi ke depan yang tetap kuat, meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
Hal tersebut tercermin dari IKK September 2022 sebesar 117,2, tetap berada pada zona optimis dengan indeks di atas 100, meski lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 124,7.
Dibuka melemah, IHSG menghabiskan waktu di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dengan sektor energi turun paling dalam 1,91 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor barang baku masing-masing turun 1,23 persen dan 1,18 persen.
Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor keuangan dan sektor barang konsumen primer masing-masing sebesar 1,08 persen dan 0,36 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MTWI, SDMU, VICO, FIRE, dan EAST. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni RAFI.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp721,77 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp832,76 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.242.129 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,31 miliar lembar saham senilai Rp12,29 triliun. Sebanyak 150 saham naik, 392 saham menurun, dan 157 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Hang Seng turun 523,39 atau 2,95 persen ke 17.216,66, dan Indeks Shanghai melemah 50,24 poin atau 1,66 persen ke 2.974,15, dan Indeks Straits Times meningkat 38,34 poin atau 1,22 persen ke 3.107,47./







































