JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah membenarkan penurunan kasus Covid-19 disebabkan adanya penurunan jumlah spesimen yang telah diteliti selama Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.
Penurunan terlihat dari pemeriksaan spesimen yaitu 179.275 spesimen pada Selasa (20/7), 160.686 spesimen pada Senin (19/7), 192.918 spesimen pada Minggu (18/7), 251.392 spesimen pada Sabtu (17/7), 258.532 spesimen pada Jumat (16/7). Maka penurunan terlihat pada kasus harian.
Kasus harian Covid-19 makin turun yakni Senin (19/7) 34.257. Hari Minggu (18/7) 44.721 sehari. Sabtu (17/7) 51.952 sehari. Memang hari ini, Selasa (20/7) agak sedikit naik di angka 38 ribu.
Baca juga : Pemerintah Tambah Rumah Sakit Darurat Covid-19 Kawasan Perkotaan
Juru Bicara Vaksinasi dan Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan penurunan spesimen disebabkan adanya hari libur yang menyebabkan jumlah petugas laboratorium juga berkurang.
“Ini bisa saja dikarena jumlah orang yang mengakses laboratorium berkurang. Tapi bisa juga disebabkan pelacakan kasusnya juga menurun,” jelas Nadia kepada Bisnistoday.co.id.
Nadia mengaku masih banyak daerah belum memenuhi target testing pasien Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Untuk itu, ia kawatir jika hal ini dibiarkan akan menimbulkan peningkatan jumlah kasus Covid-19.
Baca juga : Puan Maharani Minta Perketat Pengendalian Covid 19
“Itu tadi ada beberapa faktor ya. Kalau kemudian testing meningkat yang dilakukan di berbagai kabupaten / kota oleh dinkes setempat bisa saja kasua pos akan bertambah,” tegasnya.
Sebelumnya Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan 400 ribu testing spesimen dala sehari. Sementara Indonesia paling tinggi pasca Lebaran baru bisa mencapai 259 ribu testing dalam sehari yakni pada 16 Juli 2021.






































