www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 26 September 2026
Home EKONOMI Beban Subsidi dan Kompensasi Capai Rp443,6 Triliun
EKONOMIEnergi

Beban Subsidi dan Kompensasi Capai Rp443,6 Triliun

SUBSIDI PEMERINTAH : Menteri Keuangan Sri Mulyani pada memberikan keterangan publik, beberapa waktu lalu. Pemerintah siapkan subsidi dan kompensasi untuk masyarakat khususnya energi.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday. – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan potensi beban subsidi dan kompensasi menahan gejolak harga komoditas tahun 2022 mencapai Rp443,6 triliun. 

“Kami menggunakan harga minyak mentah atau ICP sebesar 100 dolar AS per barel. Tetapi sepertinya implisit termasuk dalam hal ini batu bara dan komoditas yang lain, ada di dalam situ,” ungkap Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Kamis.

Dengan demikian, terdapat kenaikan kebutuhan beban subsidi dan kompensasi senilai Rp291 triliun dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 yang sebesar Rp152,5 triliun.

Ia menjelaskan target kebutuhan beban subsidi dan kompensasi dalam anggaran tahun ini menggunakan asumsi harga ICP yang sebelumnya telah ditetapkan sebesar 63 dolar AS.

Namun, meningkatnya harga minyak dan tidak adanya kebijakan penyesuaian harga menyebabkan beban subsidi dan kompensasi meningkat signifikan.

Maka dari itu, pemerintah perlu segera melakukan penyesuaian pagu subsidi dan kompensasi, sehingga keuangan badan usaha menjadi sehat dan dapat menjaga ketersediaan energi nasional.

Sri Mulyani memerinci, kenaikan beban subsidi dan kompensasi tersebut terdiri dari subsidi energi yang naik dari Rp134 triliun menjadi Rp208,9 triliun dan kompensasi yang meningkat dari Rp18,5 triliun menjadi Rp234,6 triliun.

“Untuk kompensasi meningkat sangat tinggi karena barang-barang yang tadinya tidak diatur juga tidak dinaikkan, pertalite dalam hal ini tidak diubah harganya,” jelasnya.

Lebih rinci lagi, ia menyebutkan subsidi energi terdiri dari subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG yang naik dari Rp77,5 triliun menjadi Rp149,4 triliun, serta subsidi listrik dari Rp56,5 triliun menjadi Rp59,6 triliun.

Kemudian untuk kompensasi meliputi kompensasi BBM yang naik dari Rp18,5 triliun menjadi Rp213,2 triliun dan listrik dari tidak ada menjadi Rp21,4 triliun.

Kenaikan kompensasi BBM disebabkan oleh peningkatan kompensasi BBM jenis solar dari Rp18,5 triliun menjadi Rp98,5 triliun dan pertalite dari tidak 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Wartsila, perusahaan teknologi global asal Finlandia, berpartisipasi di Enlit Asia – MKI Electricity Connect, dengan menghadirkan teknologi mesin dual-fuel Wärtsilä 34DF yang mengedepankan fleksibilitas jaringan listrik untuk mendukung semakin meningkatnya kebutuhan pasokan listrik di Indonesia.(dok:Ist)
Energi

Fleksibilitas Jaringan Listrik jadi Kunci Percepatan Energi Terbarukan dan Pertumbuhan Pusat Data AI

JAKARTA, Bisnistoday - Indonesia memasuki fase baru dalam transisi energinya, yang didorong...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KDKMP Akan Menjadi Agen dan Distributor Barang Bersubsidi

JAKARTA, Bisnistoday –Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi simpul distribusi barang...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KemenUMKM Andalkan Lembaga Inkubator Bangun Ekosistem Kewirausahaan

SURABAYA, Bisnistoday–Kementerian UMKM mengandalkan lembaga inkubator sebagai ujung tombak memperkuat ekosistem kewirausahaan...

Pameran listrik
Energi

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Perkuat Kolaborasi Menuju Ketahanan Energi ASEAN

JAKARTA, Bisnistoday – Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 resmi dibuka...