www.bisnistoday.co.id
Kamis , 8 Oktober 2026
Home OPINI Gagasan Dampak Belt and Road Initiative (BRI), Investasi Besar Masuk Ke Indonesia di  Empat Sektor Vital
Gagasan

Dampak Belt and Road Initiative (BRI), Investasi Besar Masuk Ke Indonesia di  Empat Sektor Vital

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Proyek pembangun infrastruktur global yang digagas Tiongkok atau lebih dikenal dengan Belt and Road Initiative (BRI)_atau Jalur ‘Sutra Baru’ yang dimulai sejak tahun 2013 sangat berpengaruh besar dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Untuk itu, Indonesia disarakan agar terus meningkatkan konektivitas dan kerja sama ekonomi antar negara di Asia, Eropa, dan Afrika diyakini akan membawa pengaruh ekonomi yang besar bagi berbagai sektor utama di Indonesia.

Pakar Hukum Bisnis dan Perdagangan Internasional Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H mengatakan empat sektor sektor yang akan tumbuh kuat antara lain pembangunan infrastruktur, kerjasama ekonomi dan perdagangan, pendidikan dan pariwisata.

Pernyataan tersebut diungkapkan saat menjadi pembicara kunci mengenai _Belt & Road Initiative (BRI)_ di Xiamen University, Provinsi Fujian, Tiongkok, Sabtu 19 Oktober 2024.

“Melalui _Belt and Road Initiative,_ Indonesia telah menjalin kerja sama dan menandatangani perjanjian dengan 162 negara bilateral, 18 perjanjian perdagangan regional Dan 25 perjanjian multilateral dengan organisasi internasional,” ujar Ariawan Gunadi.

Menurutnya, Salah satu dampak paling nyata _Belt and Road Initiative_ adalah investasi besar Tiongkok dalam proyek infrastruktur di Indonesia. Proyek seperti kereta api cepat Jakarta-Bandung menjadi contoh investasi strategis yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung perekonomian Indonesia.

“Tiongkok merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, khususnya dalam ekspor sumber daya alam  seperti batubara, minyak sawit, karet dan impor barang-barang manufaktur. Selain itu, _Belt and Road Initiative_ memfasilitasi integrasi ASEAN-Tiongkok melalui proyek infrastruktur regional, yang mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan,” beber Guru Besar Universitas Tarumanagara ini.

Lebih lanjut Ariawan mengatakan _Belt and Road Initiative_ juga berdampak pada peningkatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok, yang mencakup program pertukaran pelajar, beasiswa dari pemerintah Tiongkok, dan proyek pendidikan yang memfasilitasi pengembangan keterampilan sumber daya manusia di Indonesia.

Dan dampak lain dengan keterlibatan Indonesia dalam _Belt and Road Initiative_ adalah mendongkrak arus wisatawan Tiongkok ke Indonesia. Hal ini berdampak positif pada sektor pariwisata Indonesia, khususnya di destinasi wisata populer seperti Bali dan Jakarta.

_Belt and Road Initiative_ adalah strategi pembangunan global yang diusulkan oleh Tiongkok untuk meningkatkan konektivitas dan kerja sama ekonomi antar negara di Asia, Eropa, dan Afrika secara historis menghubungkan Tiongkok dengan Eropa melalui perdagangan.

Belt and Road Initiative (BRI) merupakan proyek infrastruktur yang digagas Tiongkok pada tahun 2013. Inisiatif ini sering disebut sebagai upaya modernisasi “jalur sutra” kuno, yang dahulu merupakan rute perdagangan penting yang menghubungkan Tiongkok dengan berbagai wilayah di dunia.

Jakarta  Oktober 2024

Oleh : Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H. Pakar Hukum Bisnis dan Perdagangan Internasional./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

SIDANG MK
Gagasan

Bola Panas MK kepada MPR: Perlukah Gibran Mengundurkan Diri?

JAKARTA,Bisnistoday.co.id- Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai keabsahan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran...

Latihan Mengemudi
Gagasan

Jangan Asal “Bisa Nyetir”, Saatnya Sekolah Mengemudi Jadi Syarat Wajib Pembuatan SIM

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Keselamatan di jalan raya sangat ditentukan oleh kesadaran, keterampilan, dan...

Presiden Prabowo
Gagasan

Kodam Baru dan Risiko Inflasi Jenderal

JAKARTA, Bisnistoday.co.id-Pembentukan enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru pada momentum HUT ke-81...

Presiden Prabowo
Gagasan

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

JAKARTA,Bisnistoday- Kalimat Presiden Prabowo Subianto, “saking pintarnya, saking pintarnya jadi goblok”, dalam...