www.bisnistoday.co.id
Senin , 2 November 2026
Home EKONOMI Diprediksi Ekonomi Tumbuh Diatas 5%
EKONOMIEkonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Diprediksi Ekonomi Tumbuh Diatas 5%

Pusat Perbelanjaan
EKONOMI BERTUMBUH, terlihat suasana pusat perbelanjaan di Jakarta.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Ekonom memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) akan tumbuh 5,04 persen secara tahunan pada 2023.  Nilai ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi sepanjang 2022 yang diprediksi akan mencapai 5,27 persen secara tahunan.

“Ketidakpastian ekonomi global masih akan membayang di tahun 2023, meski sudah menunjukkan tanda-tanda mereda,” ungkap Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman dalam keteranganya di Jakarta, Sabtu (4/2).

Menurutnya, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 diperkirakan. akan bergeser dari sektor eksternal ke sektor domestik, karena kegiatan ekspor yang berpotensi melemah seiring dengan perlambatan ekonomi global.

“Pembukaan kembali ekonomi China memang dapat mendukung permintaan global, tetapi penurunan harga komoditas masih rentan berlanjut di tengah prospek peningkatan pasokan dan penurunan permintaan dari Amerika Serikat dan Eropa,” katanya.

Konsumsi Rumah Tangga

Faisal mengutarakan, konsumsi rumah tangga akan ditopang oleh inflasi yang terkendali dan pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kembalinya mobilitas, dan permintaan masyarakat yang membaik.

Pengeluaran pemerintah yang menurun pada 2022 karena pengurangan anggaran Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional COVID-19, diperkirakan akan kembali tumbuh pada 2023, termasuk untuk persiapan pemilihan umum 2024.

“Sumber investasi akan bergeser dari investasi di sektor terkait komoditas, menjadi investasi di sektor bangunan & struktur. Hal ini didukung oleh peningkatan anggaran infrastruktur pada APBN 2023 sebesar 7 persen, kelanjutan Proyek Strategis Nasional, proyek hilirisasi, dan pembangunan ibu kota baru ( IKN),” imbuhnya.

Ia pun memperkirakan sepanjang 2022, ekonomi akan mencapai 5,27 persen, dengan ekonomi di kuartal IV 2022 tumbuh 4,90 persen secara tahunan. Pertumbuhan ekonomi di kuartal IV yang melemah dari 5,72 persen di kuartal III 2022, disebabkan oleh peningkatan inflasi, pelemahan ekspor, dan basis pertumbuhan pada kuartal IV 2021 yang sudah tinggi.

“Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh base effect yang tinggi dari pertumbuhan kuartal IV 2021 di tengah pelonggaran PPKM dari pembatasan COVID-19 varian Delta, dan dampak melonjaknya inflasi menyusul penyesuaian harga BBM bersubsidi,” tuturnya./Ant

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Panasonic Gathering
Ekonomi & Bisnis

Panasonic Perkuat Kemitraan Jangka Panjang Dengan Dealer Melalui National Dealer Gathering 2026

BALI, Bisnistoday.co.id – Guna membangun kemitraan dengan para diler, PT Panasonic Gobel...

KIT Batang
HEADLINE NEWS

Indonesia Gandeng AS Antisipasi Lonjakan Investasi Manufaktur dan Pengembangan Teknologi Industri

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkokoh posisi Indonesia sebagai magnet...

Kemendag
HEADLINE NEWS

Wujudkan Campuspreneur, Kemendag Ajak Mahasiswa IPB Jadi Eksportir Muda

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Perdagangan mengajak mahasiswa IPB University Bogor, Jawa Barat,...

QM FInancial
Ekonomi & Bisnis

Rayakan 23 Tahun, QM Financial Gelar “Go Beyond Finance Festival” dan Peluncuran Buku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Setiap fase kehidupan memiliki kebutuhan dan tantangan finansial yang...