JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) gencar melakukan aksi bersih-bersih (cuci piring) dari para pejabat yang dinilai koruptif dan tidak berintegritas baik. Mengenai dua dirjen Kementerian PU mundur beberapa waktu lalu, Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan, Kementerian PU sedang bersih-bersih.
“Saya pikir, gimana ya, jangan diteruskan. Apapun yang terjadi sampai beberapa macem pelanggaran, baik disiplin berat, dengan detailnya Itjen yang melakukan. Mereka pilih mundur diri, ya kalau memungkinkan pemecatan tidak hormat,” tegas Menteri PU, Dody Hanggodo saat acara bukber dengan media di Jakarta, Jumat malam (6/3).
Seperti diketahui, bahwa dua dirjen mundur dari jabatannya yakni Dirjen Cipta Karya, Dewi Chomistriana dan Dirjen Sumber Daya Air, Dwi Purwantoro. Pengunduran diri pejabat Kementerian PU ini berkaitan dengan surat temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).Saat surat pertama dilayangkan diungkapkan kerugian negara hampir Rp3 Triliun, sedangkan surat kedua angka kerugian negara menurun menjadi Rp.1 Triliun.
“Terkait hal ini, saya mendapat arahan langsung Presiden, saat dinas di Sumatera. Saya berhenti di jalan sejenak di telepon Presiden. Dan Presiden berikan apresiasi dan terima kasih, dan ditekankan kerja bersih-bersih, efektif dan tidak bocor-bocor.”
Lebih lanjut Menteri Dody berkata, pihaknya telah disentil oleh BPK dan selanjutnya untuk dibereskan secepatnya dalam 60 hari kerja, yang mana surat tersebut baru diterima fisiknya tanggal 3 Maret 2026. “Pemeriksa keuangan memberikan rekomendasi seperti hidupkan komite audit dan lainnya. Bayangkan dana Rp1 Triliun itu banyak berguna, bisa bangun jembatan, perbaikan sekolah rusak, mudah-mudahan kami bisa berikan jawaban lebih positif lagi ke BPK.”
Selanjutnya, Menteri Dody menghimbau kepada jajaranya agar bersikap mawa diri, mendekatkan kepada Tuhan. “Berhentilah, lalu uang itu dikembalikan pun dengan ngicrit-ngicrit (bertahap). Seperti hal ini, kok masih gagah membusungkan dada? Ditengah rakyat sulit.”
Dody mengutarakan, perintah aksi bersih-bersih ini sejak pertama dipanggil Presiden ke Jl Kertanegara, Jakarta. Tidak ada kata yang diucapkan tentang pembangunan infrastruktur, tetapi perintah untuk bersih-bersih Kementerian PU.
“Kementerian ini prinsipnya seperti pembantu umum, disuruh kerja dan dikasih pendanaan. Kalau pembantu juga harus beritegritas, menghadirkan Tuhan dihati setiap pejabat, Allah SWT, bukan orang lain. Bekerja efisien untuk masyarakat.”/


















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)



















