www.bisnistoday.co.id
Minggu , 2 Agustus 2026
Home GLOBAL BRICS Bungkam soal Konflik Iran. Ada Apa?
GLOBALHEADLINE NEWS

BRICS Bungkam soal Konflik Iran. Ada Apa?

Sejak kepemimpinan BRICS beralih ke India pada Desember 2025, kepentingan New Delhi tampaknya mengesampingkan tujuan aliansi tersebut.

Serangan Iran
SERANGAN Rudal Iran ke Wilayah israel./
Social Media

JAKARTA- Bisnistoday: Hampir sepekan setelah Amerika Serikat-Israel menyerang Iran, BRICS, aliansi multinegara yang termasuk mencakup Teheran, belum bereaksi dalam bentuk apa pun terhadap konflik tersebut.

Bagi para analis dan pengamat politik, hal itu tampak tidak biasa. Ketika perang 12 hari antara Israel dan Iran pecah pada Juni tahun lalu, blok tersebut, yang saat itu diketuai oleh Brasil, dengan cepat mengecam. Mereka menyatakan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran merupakan “pelanggaran hukum internasional”.

Namun, menurut para kritikus, sejak kepemimpinan BRICS beralih ke India pada Desember 2025, kepentingan New Delhi tampaknya mengesampingkan tujuan aliansi tersebut. Mereka menilai India memberi sinyal hubungan yang lebih dekat dengan Israel dan AS.

Kelompok BRICS yang beranggotakan 11 negara dibentuk sebagai aliansi ekonomi pada tahun 2009. Presiden AS Donald Trump pernah menuduh anggotanya sebagai “anti-Amerika”.

Dalam beberapa tahun terakhir, mandat organisasi ini telah meluas hingga mencakup isu-isu keamanan. Anggotanya bahkan sering melakukan latihan militer bersama. Yang terbaru diselenggarakan oleh Afrika Selatan pada Januari tahun ini. Namun, India memilih untuk tidak ikut dalam latihan tersebut.

BRICS dinamai berdasarkan huruf pertama dari negara-negara anggota pendirinya: Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Sejak 2024, BRICS telah berkembang mencakup Indonesia, Ethiopia, Mesir, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Namun, BRICS saat ini belum berkomentar langsung tentang Operasi Epic Fury AS-Israel di Iran, yang telah menewaskan lebih dari 1.230 orang dalam enam hari pertamanya.

Namun, secara individual, tiga dari lima anggota pendirinya telah mengeluarkan pernyataan yang menyampaikan belasungkawa kepada warga Iran dan mengecam pelanggaran hukum internasional. Mereka antara lain Afrika Selatan dan Rusia.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyuarakan keprihatinan tentang konflik tersebut pada Rabu lalu. Ia memperingatkan bahwa pertempuran dapat meluas melampaui Timur Tengah.

“Kami menginginkan gencatan senjata, kami ingin kegilaan ini berakhir,” kata Ramaphosa kepada wartawan.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengkritik serangan gabungan AS-Israel dan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan pada hari Sabtu. Hal itu ia sampaikan dalam suratnya kepada Presiden Masoud Pezeshkian.

Selama ini, Moskow dan Teheran memiliki hubungan dekat. Rusia menyediakan senjata dan persenjataan kepada Iran. Namun, Moskow belum menunjukkan kesediaan untuk campur tangan secara militer untuk mendukung Iran. (Aljazeera)

 

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kekeringan
HEADLINE NEWSNasional

Ratusan Wilayah Darurat Kekeringan dan Belum Semua Tertangani

JAKARTA, Bisnistoday - Tercatat sebanyak 294 lokasi kekeringan akibat El Nino di...

Ketua MK
HEADLINE NEWS

Mahkamah Konstitusi Mengabulkan Permohonan Pemisahan Anggaran MBG dangan Anggaran Pendidikan

JAKARTA, Bisnistoday - Mahkamah Konstitusi (MK) akhirkan mengabulkan untuk sebagian permohonan yang...

Warga Antri Air
HEADLINE NEWS

Warga Terdampak Kekeringan Butuhkan Bantuan Air Bersih Mendesak

JAKARTA, Bisnistoday – Warga yang terdampak kekeringan seperti di daerah Cilegon dan...

Pelantikan Praja IPDN
HEADLINE NEWS

Pelantikan Praja IPDN: Presiden Prabowo Ingatkan Jaga Integritas dan Tidak Korupsi

SUMEDANG, Bisnistoday – Presiden Prabowo Subianto berpesan kepada Pamong Praja Muda Angkatan...