www.bisnistoday.co.id
Jumat , 10 April 2026
Home GLOBAL BRICS Bungkam soal Konflik Iran. Ada Apa?
GLOBALHEADLINE NEWS

BRICS Bungkam soal Konflik Iran. Ada Apa?

Sejak kepemimpinan BRICS beralih ke India pada Desember 2025, kepentingan New Delhi tampaknya mengesampingkan tujuan aliansi tersebut.

Serangan Iran
SERANGAN Rudal Iran ke Wilayah israel./
Social Media

JAKARTA- Bisnistoday: Hampir sepekan setelah Amerika Serikat-Israel menyerang Iran, BRICS, aliansi multinegara yang termasuk mencakup Teheran, belum bereaksi dalam bentuk apa pun terhadap konflik tersebut.

Bagi para analis dan pengamat politik, hal itu tampak tidak biasa. Ketika perang 12 hari antara Israel dan Iran pecah pada Juni tahun lalu, blok tersebut, yang saat itu diketuai oleh Brasil, dengan cepat mengecam. Mereka menyatakan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran merupakan “pelanggaran hukum internasional”.

Namun, menurut para kritikus, sejak kepemimpinan BRICS beralih ke India pada Desember 2025, kepentingan New Delhi tampaknya mengesampingkan tujuan aliansi tersebut. Mereka menilai India memberi sinyal hubungan yang lebih dekat dengan Israel dan AS.

Kelompok BRICS yang beranggotakan 11 negara dibentuk sebagai aliansi ekonomi pada tahun 2009. Presiden AS Donald Trump pernah menuduh anggotanya sebagai “anti-Amerika”.

Dalam beberapa tahun terakhir, mandat organisasi ini telah meluas hingga mencakup isu-isu keamanan. Anggotanya bahkan sering melakukan latihan militer bersama. Yang terbaru diselenggarakan oleh Afrika Selatan pada Januari tahun ini. Namun, India memilih untuk tidak ikut dalam latihan tersebut.

BRICS dinamai berdasarkan huruf pertama dari negara-negara anggota pendirinya: Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Sejak 2024, BRICS telah berkembang mencakup Indonesia, Ethiopia, Mesir, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Namun, BRICS saat ini belum berkomentar langsung tentang Operasi Epic Fury AS-Israel di Iran, yang telah menewaskan lebih dari 1.230 orang dalam enam hari pertamanya.

Namun, secara individual, tiga dari lima anggota pendirinya telah mengeluarkan pernyataan yang menyampaikan belasungkawa kepada warga Iran dan mengecam pelanggaran hukum internasional. Mereka antara lain Afrika Selatan dan Rusia.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyuarakan keprihatinan tentang konflik tersebut pada Rabu lalu. Ia memperingatkan bahwa pertempuran dapat meluas melampaui Timur Tengah.

“Kami menginginkan gencatan senjata, kami ingin kegilaan ini berakhir,” kata Ramaphosa kepada wartawan.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengkritik serangan gabungan AS-Israel dan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan pada hari Sabtu. Hal itu ia sampaikan dalam suratnya kepada Presiden Masoud Pezeshkian.

Selama ini, Moskow dan Teheran memiliki hubungan dekat. Rusia menyediakan senjata dan persenjataan kepada Iran. Namun, Moskow belum menunjukkan kesediaan untuk campur tangan secara militer untuk mendukung Iran. (Aljazeera)

 

 

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Salah satu contoh patung simbol korban kekerasan seksual selama PD II (dok: hakan-nural/unsplash.com)
GLOBALKawasan Global

Patung yang Mengusik Hubungan Diplomatik

JAKARTA, Bisnistoday - Patung itu terbuat dari perunggu. Wujudnya berupa seorang gadis...

AS dan Iran akan berunding di Pakistan. (Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
GLOBAL

Menanti Kabar Baik dari Pakistan

JAKARTA, Bisnistoday – Akhir pekan ini bakal menjadi momen menentukan dalam penyelesaian...

Pameran UMKM
HEADLINE NEWS

Puluhan UMKM Unggulan Nasional Berebut Pasar di Australia

JAKARTA, Bisnistoday- Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Atase Perdagangan RI Canberra bersinergi...

Demonstrasi di AS Menentang Pemerintahan Trump yang condong ke Israel (dok: Unsplash.com/Andrew Bradley)
GLOBALKawasan Global

Reputasi Israel dan Netanyahu di AS Makin Merosot

JAKARTA, Bisnistoday: Menurut survei terbaru Pew Research Center, warga Amerika semakin memiliki...