www.bisnistoday.co.id
Senin , 18 Mei 2026
Home GLOBAL Gencatan Senjata Israel-Libanon Ditanggapi Pesimis
GLOBALKawasan Global

Gencatan Senjata Israel-Libanon Ditanggapi Pesimis

Tidak semua pihak di Israel setuju dengan gencatan senjata ini, terutama mereka yang tinggal di utara yang berbatasan dengan Libanon.

Bendera Libanon (dok:Unsplash/charbel-karam)
Bendera Libanon (dok:Unsplash/charbel-karam)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pasukan Israel sepakat melakukan gencatan senjata dengan Hizbullah, milisi garis keras di Lebanon. Namun banyak yang pesimis kekerasan tidak berlanjut.

“Saya harap Hizbullah bertindak baik dan sopan selama periode penting ini. Ini akan menjadi momen hebat bagi mereka jika mereka melakukannya,” tulis Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam postingan tersebut di platform Truth Social miliknya, beberapa jam setelah mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

“Tidak ada lagi pembunuhan. Akhirnya harus ada DAMAI!,” tulis Trump.

Menurut Al Jazeera, tidak semua pihak di Israel setuju dengan gencatan senjata ini, terutama mereka yang tinggal di utara yang berbatasan dengan Libanon.  Para pemimpin Israel di kawasan ini marah dengan keptusan tersebut.

Moshe Davidovich, kepala Dewan Regional Mateh Asher, di Galilea barat Israel utara, mengatakan gencatan senjata dan pembentukan zona keamanan hingga Sungai Litani bukanlah pencapaian diplomatik tetapi berisiko memicu kekerasan lebih lanjut.

“Penduduk utara bukanlah sekadar statistik dalam pertunjukan hubungan masyarakat internasional,” tambahnya.

Shimon Guetta, kepala Dewan Regional Ma’ale Yosef, juga di Israel utara, menolak pengaruh luar atas kebijakan keamanan Israel.

Ia menuntut agar setiap perjanjian harus menjamin pelucutan senjata Hizbullah secara menyeluruh. Ia juga minta jaminan keamanan mutlak bagi masyarakat di wilayah utara. “Perjanjian di atas kertas tidak berarti apa-apa tanpa penegakan yang jelas di lapangan.”

Amit Sofer, kepala kotamadya Merom HaGalil di Israel utara, mengatakan kepada stasiun televisi CNN bahwa gencatan senjata adalah pilihan yang lebih buruk daripada status quo. “Tidak masuk akal bagi Donald Trump untuk mengaitkan area Libanon dengan  Iran. Dengan melakukan (gencatan senjata) itu, ia membiarkan penduduk utara untuk menghadapi ancaman selama bertahun-tahun,” katanya.

Abed Abou Shhadeh, seorang pengamat politik yang berbasis di Jaffa Israel mengatakan, Israel tidak bisa mengklaim gencatan senjata dengan Libanon ini sebagai sebuah simbol kemenangan. “Sama sekali tidak, karena di Lebanon itu adalah permainan zero-sum,” tegasnya.

Menurut Shhadeh, tidak seperti Iran yang jauh lebih besar dan sangat jauh, Libanon, bagi publik Israel adalah trauma.

“Setiap warga Israel yang pernah bertugas di militer, lahir sejak tahun 60-an dan seterusnya, memiliki pengalaman buruk berperang di Libanon,” tambah komentator politik tersebut.

Serangan Hizbullah

Menurutnya, sekarang publik berpandangan pasukan Israel tidak dapat melucuti senjata Hizbullah.

“Hingga menit-menit terakhir gencatan senjata, kota-kota Israel di utara dibom,” kata Shhadeh. “Ini menunjukkan bahwa Hizbullah masih kuat, dan Israel tidak melucuti senjatanya.”

Sementara itu, pejuang Hizbullah mengklaim telah melakukan 56 kali serangan dalam 24 jam terakhir terhadap Israel sebelum pengumuman gencatan senjata.

Mereka menargetkan berbagai pemukiman Israel, konsentrasi pasukan, kendaraan militer, dan bentrokan jarak dekat di sepanjang perbatasan selatan Libanon dan di Israel utara.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Terowongan yang Ditemukan Para Arkeolog di Yerusalem (dok: Israel Antiquities Authority)
GLOBALHumaniora

Arkeolog Temukan Terowongan Kuno Misterius di Yerusalem

JAKARTA, Bisnistoday – Sebuah terowongan misterius belum lama ini ditemukan di bawah...

Seseorang Mengibarkan Spanduk Perdamaian (dok:Unsplash/Alice Donovan)
EnergiGLOBAL

Tiongkok Serukan Penyelesaian Damai Konflik AS-Iran

JAKARTA, Bisnistoday – Pada akhir pekan kemarin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump...

Peringatan WHO tentang Wabah Ebola (Tangkapan layar dari X)
GLOBALIndepth

Mengenal Virus Ebola yang Kini Kembali Merebak di Afrika

JAKARTA, Bisnistoday - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan merebaknya wabah Ebola...

Anak-anak di Uganda (dok: Unsplash/Jeff Ackley)
GLOBALHumaniora

Wabah Ebola Merebak di Kongo dan Uganda

JAKARTA, Bisnistoday - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola merebak di...