www.bisnistoday.co.id
Minggu , 4 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Guru SD di Banjarnegara Jateng Ini Mendunia Berkat Metaverse Global Academy
Humaniora

Guru SD di Banjarnegara Jateng Ini Mendunia Berkat Metaverse Global Academy

Imam Upayanto dan Bimo Maxim, pendiri Metaverse Global Academy
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Imam Upayanto, seorang guru SD di Kabupaten Banjarnegara, tepatnya di daerah Wanayasa baru saja mendapatkan penghargaan berkat dedikasi dan konsistensinya di bidang teknologi. Imam menciptakan perangkat lunak dunia maya untuk mengajar anak-anak sekolah melalui Metaverse Global Academy.

Metaverse merupakan sebuah penggabungan dunia maya dengan dunia nyata. Dimana, nantinya teknologi masa depan seperti VR (Virtual Reality), AR (Augmented Reality), Blockchain, AI (Artificial Intelegence), serta Jaringan internet 5G akan menjadi pemicu utama lahirnya era metaverse ini.

Era ini jika sudah terwujud juga dikenal dengan web 3.0 dan saat ini tengah memasuki era persiapan. Salah satu contoh, segala aspek kehidupan manusia sudah berkaitan erat dengan dunia maya atau internet, dari belanja, hiburan, pendidikan dan lainnya.

Imam Upayanto merasa terpicu dan bersemangat untuk terus mengulik kemampuannya secara otodidak sehingga berhasil menciptakan Metaverse Global Academy. Metaverse Global Academy tersebut didirikan Imam bersama produser Bimo Maxim.

Selain menjadi guru, Imam juga seorang advertiser yang berfokus di facebook ads. Profesi di bidang metaverse ini, sebutnya, baru difokuskan pada malam hari dan pagi hari sebelum berangkat sekolah jika ada prioritas.

“Alhamdulillah. Saya sudah memulainya kurang lebih 6 tahun yang lalu. Saat itu, tahun 2017 ketika studi S2 dengan membuat beberapa konsep metaverse untuk tesis dan beberapa sudah bisa saya buat sendiri saat ini,” kata Imam, di Jakarta, baru-baru ini.

“Namun, pemicunya awal ketertarikannya adalah karena di tahun tersebut pertama kalinya saya mengenal teknologi blokchain seperi Bitcoin, dimana hal ini mengantarkan saya pada konsep metaverse di masa depan,” jelasnya kemudian.

Setelah melihat bagaimana teknologi metaverse dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, disaat itulah Imam ingin membawa teknologi tersebut agar mampu digunakan oleh siswa di masa depan.

Dia ingin membangun sebuah metaverse untuk pendidikan yang dapat diakses oleh semua orang, dimana nantinya memberikan berbagai kemudahan dan solusi atas beberapa keterbatasan pendidikan saat ini.

“Selain itu, sebagai warga negara Indonesia saya ingin memberikan persembahan untuk bangsa ini dan harapannya bangsa kita dapat menjadi yang terdepan sebagai pengembang metaverse khususnya di bidang pendidikan, tidak lagi hanya menjadi konsumen ataupun pengikut negara lain,” paparnya.

Imam memenangkan penghargaan nasional produk metaverse dari Dirjen Dikti (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi).

“Awal kompetisi ini saya sempat ragu karena ajang nasional dan juga metaverse merupakan teknologi baru. Namun dengan bekal menjadi salah satu pemenang membuat saya optimis untuk mencoba,” katanya.

“Doa istri yang bergabung di dalam tim juga menjadi penguat. Alhamdulillah. Akhirnya saya juga menjadi sebagai salah satu pemenang di ajang metaverse tersebut dan wakil indonesia. saya harap langkah ini bisa menjadi jalan pembuka bagi pengembangan metaverse di negara ini kedepannya,” terang Imam.

Imam menyebut, tantangan utama dalam membangun MGA ini adalah karena harus beradaptasi mengembangkan hal baru karena melihat peserta lain lebih bagus. Namun, hal ini juga menjadi kesempatan untuk belajar dan semakin membawa MGA ini menjadi lebih baik.

“Saya sadar MGA yang sekarang masih terbatas, sehingga butuh banyak referensi untuk menyempurnakannya,” ungkapnya.

Targetnya adalah menjadi platform belajar berbasis metaverse yang dipilih oleh masyarakat di indonesia maupun internasional. Sebuah platform yang memberikan kemudahan belajar yang personal dan menyenangkan. Selain itu membawa nama indonesia sebagai pemimpin inovasi teknologi ini.

“Saya berharap agar MGA ini menjadi awal kolaborasi antara pengembang teknologi dan pakar pendidikan di indonesia. Kerjasama inilah yang nantinya digunakan tidak hanya untuk menyusul ketertinggalan kualitas pendidikan kita dari negara lain, namun juga sebagai standar pendidikan masa depan yang diakui secara internasional,” demikian Imam.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Humaniora

Revitalisasi 61 Satuan Pendidikan di Kebumen, Bangun Lingkungan Belajar Berkualitas

KEBUMEN, Bisnistoday.co.id– Anak-anak membutuhkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, sehat, dan mendukung...

Humaniora

Pemkot Bandung dan Baznas Salurkan Bantuan Rp2,032 Miliar untuk Korban Gempa NTT

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Badan Amil Zakat Nasional...

Humaniora

Pemkot Bandung Siapkan Kesempatan Kerja bagi 57 Eks Karyawan Kebun Binatang Bandung

BANDUNG, Bisnistoday.co.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan kesempatan kerja bagi 57...

Mendikdasmen
Humaniora

Kemendikdasmen Perluas Pendidikan Pancasila melalui Pembelajaran Mendalam dan Budaya Sekolah

BANDUNG, Bisnistoday.co.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat pendidikan...