www.bisnistoday.co.id
Kamis , 5 November 2026
Home HEADLINE NEWS Harlah APKLI Perjuangan : Kembalikan Roh Program Makan Bergizi Gratis
HEADLINE NEWS

Harlah APKLI Perjuangan : Kembalikan Roh Program Makan Bergizi Gratis

Harlah APKLI P
KETUA Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Perjuangan, Ali Mahsun Atmo./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Perjuangan mendesak pemeritah untuk mengembalikan roh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai telah melenceng dari arah mendasar. Program MBG selayaknya mendorong perekonomian dan kesetahan terutama rakyat kecil, namun dalam kenyataannya masih belum sesuai harapan.

“Kembalikan roh, atau semangat program MBG sebagai pendorong ekonomi rakyat kecil seperti usaha mikro, kecil dan perbaikan gizi masyarakat terutama golongan rentan. Namun masih terkendala berbagai tantangan sehingga belum terwujud sesuai harapan,” ungkap Ketum APLI Perjuangan, dr.Ali Mahsun Admo, M Biomed, usai peringatan Harlah APKLI ke 33 di Jakarta, Kamis (29/1).

Harlah APKL Perjuangan ini dimeriahkan dengan acara potong tumpeng, dan dihadiri sejumlah pengurus daerah dari berbagai wilayah dan pengurus pusat. Kegiatan berlangsung cukup sederhana, khidmat dengan diisi sosialisasi program sertipikat halal bagi pelaku UMKM khusuanya PKL.

Terkait program MBG, Ali Mahsun kembali mengatakan, sampai sekarang belum dapat dirasakan nyata kehadirannya, malah ada cerita kantin sekolah yang meredup, geliat UMKM minim, serta masih terhadap persoalan higienitas makanan di berbagai wilayah.

“Kembalikan roh MBG seperti tujuan semula, mendorong perekonomian rakyat kecil, UMKM serta kantin sekolah dan peningkatan gizi masyarakat untuk pra kelahiran khususnya.” Jelas Ali.

Menurut Ali, bahwa masa umur hingga dua tahun pasca kelahiran merupakan masa pertumbuhan penting (golden growth). Bahkan seharusnya sejak ibu hamil atau menyusui, program MBG menyentuh masyarakat terutama bagi kurang mampu. “Masa dua tahun pasca kelahiran, ini masa penting pertumbuhan otak manusia, dan selanjutnya masa penebalan syaraf otak,” urainya.

Dengan anggaran relatif  jumbo hingga ratusan triliun rupiah ini, tegas Ali Mahsun, seharusnya program ini menjadi fokus utama perhatian penyelenggaran negara. UMKM yang notabene menjadi sasaran geliat pertumbuhan malah minim pelibatan manfaatnya. “Ini muncul, ketika rapat Menteri UMKM dan DPR, terkuak bahwa yang dilibatkan program MBG hanya segelintir entitas kelas menengah dan atas,” terangnya.

Untuk itu, Ali menegaskan, bahwa tujuan mulia MBG untuk meningkatkan gizi masyarakat dan mendorong geliat UMKM belum terlihat dampaknya secara nyata selama setahun berjalan. “Bukan programnya, tetapi implementasi di lapangan, harus dikawal dengan baik, agar uang rakyat dimanfaatkan secara efektif.”/

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pameran SIAL
HEADLINE NEWS

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Bisnis Dan Akses Pasar Global Bagi Industri F&B

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 resmi dibuka hari...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Potensi Arus Keluar Dana Asing hingga USD 11 Miliar Membayangi Pasar Saham

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai tekanan terhadap pasar...

Kabareskrim
HEADLINE NEWS

Bareskrim Ungkap Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden hingga Tokoh Politik

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap dugaan praktik penyadapan telepon...

Menperin
HEADLINE NEWS

PMI Manufaktur Membaik, Menperin Sarmuji Yakin Industri Bergerak Maju

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 mencapai...