JAKARTA, Bisnistoday- Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Perjuangan mendesak pemeritah untuk mengembalikan roh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai telah melenceng dari arah mendasar. Program MBG selayaknya mendorong perekonomian dan kesetahan terutama rakyat kecil, namun dalam kenyataannya masih belum sesuai harapan.
“Kembalikan roh, atau semangat program MBG sebagai pendorong ekonomi rakyat kecil seperti usaha mikro, kecil dan perbaikan gizi masyarakat terutama golongan rentan. Namun masih terkendala berbagai tantangan sehingga belum terwujud sesuai harapan,” ungkap Ketum APLI Perjuangan, dr.Ali Mahsun Admo, M Biomed, usai peringatan Harlah APKLI ke 33 di Jakarta, Kamis (29/1).
Harlah APKL Perjuangan ini dimeriahkan dengan acara potong tumpeng, dan dihadiri sejumlah pengurus daerah dari berbagai wilayah dan pengurus pusat. Kegiatan berlangsung cukup sederhana, khidmat dengan diisi sosialisasi program sertipikat halal bagi pelaku UMKM khusuanya PKL.
Terkait program MBG, Ali Mahsun kembali mengatakan, sampai sekarang belum dapat dirasakan nyata kehadirannya, malah ada cerita kantin sekolah yang meredup, geliat UMKM minim, serta masih terhadap persoalan higienitas makanan di berbagai wilayah.
“Kembalikan roh MBG seperti tujuan semula, mendorong perekonomian rakyat kecil, UMKM serta kantin sekolah dan peningkatan gizi masyarakat untuk pra kelahiran khususnya.” Jelas Ali.
Menurut Ali, bahwa masa umur hingga dua tahun pasca kelahiran merupakan masa pertumbuhan penting (golden growth). Bahkan seharusnya sejak ibu hamil atau menyusui, program MBG menyentuh masyarakat terutama bagi kurang mampu. “Masa dua tahun pasca kelahiran, ini masa penting pertumbuhan otak manusia, dan selanjutnya masa penebalan syaraf otak,” urainya.
Dengan anggaran relatif jumbo hingga ratusan triliun rupiah ini, tegas Ali Mahsun, seharusnya program ini menjadi fokus utama perhatian penyelenggaran negara. UMKM yang notabene menjadi sasaran geliat pertumbuhan malah minim pelibatan manfaatnya. “Ini muncul, ketika rapat Menteri UMKM dan DPR, terkuak bahwa yang dilibatkan program MBG hanya segelintir entitas kelas menengah dan atas,” terangnya.
Untuk itu, Ali menegaskan, bahwa tujuan mulia MBG untuk meningkatkan gizi masyarakat dan mendorong geliat UMKM belum terlihat dampaknya secara nyata selama setahun berjalan. “Bukan programnya, tetapi implementasi di lapangan, harus dikawal dengan baik, agar uang rakyat dimanfaatkan secara efektif.”/



















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)





















