www.bisnistoday.co.id
Jumat , 18 September 2026
Home GLOBAL Ribuan Orang Dievakuasi akibat Karhutla di Spanyol dan Prancis
GLOBAL

Ribuan Orang Dievakuasi akibat Karhutla di Spanyol dan Prancis

Perdana Menteri Pedro Sanchez mengatakan prioritas dalam menangani kebakaran hutan adalah untuk menyelamatkan nyawa.

Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]
Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Lebih dari 267.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat kebakaran hutan yang melanda Prancis dan Spanyol, dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa ini juga telah menelan korban jiwa lainnya.

Di Ibu Kota Spanyol, Madrid, Carlos Novillo, kepala manajemen darurat pemerintah daerah Madrid, Sabtu (25/7/2026) mengatakan kebakaran hutan di dekat ibu kota telah mencapai puncaknya dan saat ini di luar kemampuan petugas pemadam kebakaran untuk mengendalikannya.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan kobaran api telah menghancurkan hampir 10.000 hektare di wilayah Madrid dan antara 13.000 dan 15.000 hektare di provinsi tetangga, Avila. Mereka menyatakan total 70.000 orang telah dievakuasi.

Menurut para pejabat petugas pemadam kebakaran yang berjuang memadamkan api lereng Salt de l’Aigua di Manises menemukan mayat seorang pria di dalam mobil. Ia adalah orang ke-14 yang dipastikan tewas dalam kebakaran hutan yang terjadi di Spanyol bulan ini, dengan 10 orang lainnya masih hilang.

Baca juga: Memaknai Berita Cuaca

Perdana Menteri Pedro Sanchez mengatakan prioritas dalam menangani kebakaran hutan adalah untuk menyelamatkan nyawa.

“Prioritas dan tujuan kami adalah untuk menyelamatkan nyawa Anda dan melindungi daerah berpenduduk,” kata Sanchez kepada wartawan setelah menghadiri pertemuan perencanaan darurat di Cenicientos, sebuah desa di jantung zona kebakaran, Sabtu.

Di Prancis

Di Prancis, pihak berwenang mengevakuasi 197.000 orang dari daerah sekitar Bordeaux, termasuk tempat-tempat liburan yang ramai pada musim ini. Menurut kementerian dalam negeri setempat, ini mungkin merupakan evakuasi terbesar di masa damai yang pernah terjadi di negara itu.

Pemerintah telah menutup Bandara Bordeaux dan  memperingatkan warga agar tidak bepergian lewat jalur darat atau kereta api ke daerah tersebut.

Baca juga: Gelombang Panas Pengaruhi Harga Pangan di Eropa

Sophie Brocas, pejabat administrasi di La Nouvelle-Aquitaine et de la Gironde, yang meliputi wilayah Bordeaux, mengatakan mereka sedang berupaya mengevakuasi penduduk di daerah Le Haillan, Eysines, dan Merignac.

Wilayah Bordeaux terkenal dengan kebun anggurnya dan kota ini merupakan salah satu pusat transportasi utama bagi wisatawan yang mengunjungi resor liburan terdekat di Pantai Atlantik.

Sekitar 44.000 orang mengungsi dari semenanjung Cap Ferret yang mewah di selatan Bordeaux, dengan satu-satunya jalan yang juga terancam oleh kobaran api.//

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Tokoh feminis Gloria Steinem (dokRichard Saker/The Observer)
GLOBAL

Aktivis Perempuan dan HAM, Gloria Steinem Tutup Usia

JAKARTA, Bisnistoday - Tokoh feminis yang juga seorang mantan jurnalis, Gloria Steinem,...

Petugas berusaha mencari korban banjir di Nepal. (cnsphoto/Reuters)
GLOBAL

Ribuan Korban Banjir di Nepal Belum Ditemukan

JAKARTA, Bisnistoday - Sejak banjir bandang melanda lembah-lembah Himalaya di Nepal dan...

Selat Hormuz (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
GLOBAL

AS-Iran Saling Serang, Ketegangan di Selat Hormuz Kembali Meningkat

JAKARTA, Bisnistoday - Pasukan Amerika Serikat menyerang peluncur tudal Milik Iran di...

Rudal Iran (dok:Unsplash/Moslem daneshzadel)
GLOBAL

AS Siapkan Sanksi Ekonomi Terberat untuk Iran

JAKARTA, Bisnistoday — Konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase baru...