LUMAJANG, Bisnistoday – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mememerintahkan Kementerian PUPR segera menyelesaikan penyediaan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat korban erupsi Semeru pada Desember lalu. Wapres menyebutkan, konstruksi huntap harus tuntas sebelum lebaran 2022.
Wapres Ma’ruf Amin mengatakan, bahwa proses pembangunan hunian sementara (huntara) ini ke depan akan dilanjutkan dengan hunian tetap (huntap). “Untuk itu, agar segera dipercepat pembangunannya, agar pengungsi secepatnya dapat menghuni,” kata Wapres Ma’ruf Amin saat meninjau penanganan erupsi Semeru, di Lumajang, Jumat (14/1).
Wapres Ma’ruf Amin memastikan masyarakat bisa menghuni huntara sebelum Idulfitri. “Sekarang bapak ibu tenang, Insyaallah di hunian sementara kemudian bisa di hunian tetap. Insyaallah Lebaran sudah bisa menghuni,” terang Wapres Ma’ruf Amin.
Sementara, Sekjen PUPR Mohammad Zainal Fatah mengatakan, sebanyak 1.951 unit huntara/huntap dibangun dilahan Perhutani dengan luas 81,55 hektar. Saat ini sudah ada satu unit rumah contoh yang diharapkan dapat menjadi acuan untuk standar pembangunan huntara.
Pembangunan huntara ditargetkan selesai dalam satu bulan, sedangkan pembangunan huntap yang akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR ditargetkan selesai sebelum fase transisi darurat berakhir atau pada 24 Maret 2022.
“Selain bangunan, dilengkapi juga fasilitas lain untuk mengakomodasi kegiatan sehari-hari warga seperti, fasilitas umum, masjid, sekolah, sarana olahraga, lapangan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), pasar, dan tempat pemakaman,” terang Fatah.
Menurut Fatah, untuk mendukung hunian tersebut Kementerian PUPR juga akan membangun instalasi air minum yang bersumber dari Kali Tunggeng dengan debit 10 liter/detik dan Hutan Bambu dengan debit 134 litet/detik.
Untuk prasarana sanitasi, dibangun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). “Saat ini masih dilakukan tahap perencanaan dan land clearing. Konstruksi akan dimulai pada Bulan April 2022 dan ditargetkan selesai Oktober 2022,” tandas Fatah.
Huntara dibangun berukuran 4.8 m x 6 m berada di belakang dan menyatu dengan huntap. Adapun fasilitas berupa kamar tidur, ruang keluarga, kamar mandi. Huntara tersebut dibangun melalui prakarsa dari para donatur dan lembaga swadaya masyarakat. Sedangkan untuk huntap dibangun Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa IV Kementerian PUPR dengan Teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) berukuran 6 m x 6 m dibangun pada tanah seluas 10×14 meter untuk setiap Kepala Keluarga (KK).
Diketahui Sekretaris Jenderal (Sekjen) PUPR Mohammad Zainal Fatah, pada Jumat (14/1) mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meninjau lokasi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban terdampak erupsi Gunung Semeru. Lokasi hunian berada di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur. Erupsi Gunung Semeru terjadi pada Sabtu (4/12) lalu, dengan mengeluarkan abu vulkanik hingga mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa./










































