www.bisnistoday.co.id
Rabu , 4 November 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG dan Rupiah Menguat di Tengah Kian Merebaknya  Omicron
BursaBURSA & KORPORASI

IHSG dan Rupiah Menguat di Tengah Kian Merebaknya  Omicron

IHSG dan kurs rupiah dituup menguatt
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Di tengah makin kekhawatiran pelaku pasar terhadap virus Covid-19 varian Omircon, IHSG dan kurs rupiah pada perdagangan Selasa (21/12) ditutup menguat.

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 7,2 poin posisi 6.554,31, sementara Indeks LQ45 naik 2,79 poin  ke posisi 934,96. Kenaikan indeks juga seiring kenaikan indeks saham di bursa regional.

Tim Riset Indo Premier Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan, naiknya beberapa harga komoditas seperti CPO, batu bara, dan nikel menjadi sentimen positif bagi IHSG. Sedangkan terkoreksinya indeks di bursa Wall Street seiring kembali munculnya kekhawatiran investor terhadap dampak negatif penyebaran varian baru Omicron.

Wall Street jatuh lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Senin (20/12) karena investor semakin khawatir tentang varian Omicron yang berpotensi melemahkan rebound ekonomi dan kemunduran kritis pada rancangan undang-undang pengeluaran sosial Presiden Joe Biden.

Senator AS Joe Manchin mengatakan pada Minggu (19/12) bahwa dia tidak akan mendukung RUU investasi domestik Biden senilai 1,75 triliun dolar AS, yang disebut Build Back Better, yang merupakan pukulan berpotensi fatal. Setelah komentar Manchin, Goldman Sachs memangkas perkiraan PDB kuartalan AS untuk 2022.

Dibuka melemah, IHSG langsung menguat namun kembali melemah di tengah sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG lebih banyak menghabiskan waktu di zona hijau hingga penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam yaitu 1,81 persen, diikuti sektor transportasi dan sektor kesehatan masing-masing turun1 persen dan 0,85 persen.

Sedangkan tujuh sektor meningkat dengan sektor perindustrian naik paling tinggi yaitu 1,16 persen, diikuti sektor properti & real estat dan sektor teknologi masing-masing naik 0,85 persen dan 0,71 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp331,91 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.269.417 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,85 miliar lembar saham senilai Rp10,39 triliun. Sebanyak 243 saham naik, 270 saham menurun, dan 164 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 579,78 poin atau 2,08 persen ke 28.517,59, Indeks Hang Seng naik 226,47 poin atau 1 persen ke 22.971,33, dan Indeks Straits Times meningkat 12,11 atau 0,39 persen ke 3.085,08.

Rupiah Menguat

Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 98 poin atau 0,68 persen ke posisi Rp14.304 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.402 per dolar AS.

“Dolar AS melemah dampak dari komentar Senator AS Joe Manchin pada hari Minggu yang mengatakan ia tidak akan mendukung paket Build Back Better Biden senilai 1,75 triliun dolar AS,” kata Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi.

Selain itu, kata dia, pelaku pasar juga khawatir karena jumlah kasus Covid-19 di Eropa dan AS melonjak dan beberapa negara Eropa bersiap untuk memberlakukan pembatasan yang lebih ketat untuk memperlambat penyebaran kasus Omicron.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pada awal pekan bahwa ia akan memperketat pembatasan untuk mengekang penyebaran Omicron di Inggris, sementara Belanda telah memasuki penguncian.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.386 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.290 per dolar AS hingga Rp14.392 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa ditutup melemah ke posisi Rp14.349 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.384 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Bursa

DIDIMAX Perkuat Literasi Perdagangan Berjangka Lewat Program Edukasi Komprehensif

JAKARTA, Bisnistoday.co.id, — DIDIMAX terus memperluas komitmennya dalam meningkatkan literasi perdagangan berjangka...

BursaBURSA & KORPORASI

OJK Catat Pembukaan 27,23 Juta Rekening Sepanjang Bulan Inklusi Keuangan 2026

BANDUNG, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembukaan 27,23 juta rekening...

Bursa

Raih Best Trading Education CNBC Indonesia Awards 2026, DIDIMAX Makin Perkuat Literasi Trading Nasional

JAKARTA, Bisnistoday.co.id,- DIDIMAX kembali menorehkan prestasi gemilang di industri perdagangan berjangka Indonesia....

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Masih Fluktuatif, Mirae Asset Ingatkan Pentingnya Fundamental Saham

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ketidakpastian pasar global...