www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home EKONOMI Rupiah dan SBN RI Tetap Stabil di Tengah Tapering Bank Sentral AS
EKONOMI

Rupiah dan SBN RI Tetap Stabil di Tengah Tapering Bank Sentral AS

Nilai Tukar Rupiah
Imbal Hasil Surat Berharga Negara (SBN) stabil di tengah pengurangan penurunan modal asing./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Rupiah dan suku bunga Sirat Berharga Negara (SBN) stabil di tengah pengurangan pembelian obligasi atau tapering oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed).

“Dengan adanya tekanan di Amerika karena inflasi yang tinggi, maka Fed mengomunikasikan bahwa mereka akan lakukan tapering dan ini terlihat memengaruhi emerging market dan domestik,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Desember 2021 secara daring di Jakarta, Selasa (21/12).

Ia menjelaskan langkah Fed tersebut menyebabkan aliran modal asing yang masuk ke negara emerging market menurun, termasuk ke Indonesia.

Kendati demikian, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih tercatat stabil dengan koreksi yang hanya 2,3 persen per 17 Desember 2021, dibanding depresiasi mata uang negara lain yang cukup tinggi seperti Turki yang terkoreksi hingga 120,6 persen dan Argentina 21,2 persen. “Ini terjadi barangkali karena di Turki sedang terjadi krisis,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan beberapa negara yang tidak mengalami krisis pun seperti Thailand dan Brazil pun mengalami penurunan mata uang yang cukup signifikan yakni masing-masing 11 persen dan 9,4 persen.

Suku bunga SBN Indonesia juga tercatat stabil dengan tidak adanya koreksi untuk surat utang tenor lima tahun, namun untuk SBN dengan jangka waktu 10 tahun sedikit naik 55 basis poin (bps).

Meski begitu, lanjuta Sri Mulyani, suku bunga surat utang negara lain justru mengalami koreksi yang begitu besar, seperti Turki dengan kenaikan di atas 1000 bps untuk tenor lima tahun dan 800 bps untuk tenor 10 tahun.

Stabilnya instrumen surat utang Pemerintah Indonesia tak lain disebabkan oleh semakin turunnya kepemilikan asing yang cukup tajam dari 38,5 persen pada Desember 2019 menjadi 19,7 persen per 16 Desember 2021.

“Ini berarti kepemilikan SBN oleh domestik lebih mendominasi dan ini menumbuhkan stabilitas yang cukup baik,” tutur Sri Mulyani./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pembahasan RUU Perkoperasian Capai 80 Persen, Ditargetkan Rampung Tahun Ini

JAKARTA, Bisnistoday – Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi menyampaikan pembahasan Rancangan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar Turun Jadi 8 Persen Pertengahan November, Pemerintah Anggarkan Subsidi Rp2,6 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday.co.id — Menteri UMKM Maman Abdurrahman memastikan penurunan suku bunga Kredit...