www.bisnistoday.co.id
Minggu , 2 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG Ditutup Menguat Seiring Optimisme Investor terhadap Pemulihan Ekonomi
BursaBURSA & KORPORASI

IHSG Ditutup Menguat Seiring Optimisme Investor terhadap Pemulihan Ekonomi

IHSG pada perdagangan Senin (13/2) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (4/01) kembali ditutup memguat. Penguatan seiring dengan indeks manufaktur Indonesia yang ekspansif dan naiknya indeks bursa Wall Sreet.  

IHSG ditutup di posisi 6.695,37 atau naik 30,07 poin dibanding penutupan hari sebelumnya. Sementara indeks LQ 45 naik 4,56 poin ke posisi 947,88.

Tim riset Indo Premier Sekuritas dalam ulasanya menyebutkan, sentimen positif pada perdagangan hari ini di antaranya menguatnya indeks di bursa Wall Street seiring optimisme investor terhadap proses pemulihan ekonomi, naiknya harga komoditas batu bara, dan masih ekspansifnya indeks manufaktur,

Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Desember 2021 tercatat sebesar 53,5, yang menunjukkan tren ekspansif seiring terkendalinya pandemi Covid-19 di tanah air.

PMI manufaktur yang berada di zona ekspansif ini menandakan adanya peningkatan aktivitas produksi selama empat bulan berturut-turut.

Pada level global, PMI manufaktur Indonesia relatif lebih baik dibandingkan beberapa negara Asia seperti Korea Selatan sebesar 51,9, Filipina 51,8, dan Malaysia 52,8.

Selain itu, PMI yang berada di zona ekspansif itu juga menunjukkan bahwa aktivitas industri terus mengalami peningkatan setelah terjadi pelonggaran pembatasan aktivitas pada pertengahan tahun 2021.

Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih terus bertahan di teritori positif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat dimana sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 4,49 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor perindustrian masing-masing 1,08 persen dan 0,58 persen.

Sedangkan lima sektor terkoreksi dimana sektor barang baku turun paling dalam yaitu minus 1,15 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor transportasi & logistik masing-masing minus 0,73 persen dan minus 0,32 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp545,67 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp40,18 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.373.800 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,79 miliar lembar saham senilai Rp11,05 triliun. Sebanyak 273 saham naik, 263 saham menurun, dan 140 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 510,08 poin atau 1,77 persen ke 29.301,79, indeks Hang Seng naik 15,09 poin atau 0,06 persen ke 23.289,84, dan indeks Straits Times meningkat 45,59 atau 1,45 persen ke 3.179,84.

Rupiah Kian Melemah

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah dipicu antisipasi pelaku pasar terhadap rencana kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat The Fed.

Rupiah ditutup melemah 47 poin atau 0,33 persen ke posisi Rp14.313 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.266 per dolar AS.

Outlook dolar AS menguat seiring antisipasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga dari The Federal Reserve di tahun ini,” kata analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya.

Tekanan harga lebih lanjut ke depannya memungkinkan bank sentral AS untuk bersikap hawkish guna menjaga kontrol terhadap perekonomian.

The Federal Reserve kelihatannya kemungkinan akan mulai menaikkan suku bunga pada pertengahan 2022.

Pada perdagangan Selasa (4/22), pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.291 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.286 per dolar AS hingga Rp14.232 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa ditutup melemah ke posisi Rp14.310 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.270 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...

GEDUNG BEI
Bursa

Penguatan Pasar Sangat Dipengaruhi Sentimen Isu Makro Ekonomi Global pada Semester II 2026

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai setelah fase rebound,...

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...