JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (04/10) kembali ditutup melemah mengikuti pelemahan busa saham kawasan Asia. Kali ini IHSG ditutup turun 54,31 poin ke posisi 6.886,58. Sementara indeks LQ45 turun 6,83 poin ke posisi 949,22.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya menyebutkan, pada perdagangan hari ini IHSG dan bursa regional Asia tertahan di zona merah mengikuti penurunan bursa Amerika Serikat (AS) karena imbal hasil treasury yang bergerak lebih tinggi.
Dengan demikian, hal tersebut memberikan indikasi bahwa The Fed mempertahankan kebijakan Higher for Longer, yang artinya suku bunga AS akan tetap tinggi untuk jangka waktu, sehingga mendongkrak imbal hasil US treasury dan dolar AS.
Pasar mengekspektasikan potensi kenaikan The Fed, dan Bank Indonesia memperkirakan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) akan terjadi sekali lagi pada November 2023.
Sebelumnya, Presiden Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan bahwa The Fed masih harus menaikkan tingkat suku bunga sekali lagi pada tahun ini dan menahannya lebih lama.
Dengan demikian, suku bunga AS akan mencapai 5,50- 5,75 persen, yang akan membuat paritas suku bunga antara BI7DRR & The Fed menjadi nol dan menambah beban pada rupiah dan akan berdampak terjadi capital outflow.
Hal tersebut memberikan ruang bagi BI untuk menaikkan suku bunga acuannya 25 basis poin, yang mana pasar berharap terdapat dukungan kuat intervensi BI sebagai upaya dalam menjaga nilai rupiah.
Dibuka Melemah
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat yaitu dipimpin sektor properti sebesar 1,09 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing- masing sebesar 0,92 persen dan 0,91 persen.
Sedangkan, tiga sektor terkoreksi yaitu dipimpin sektor energi yang turun minus 1,05 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor teknologi yang turun masing- masing minus 0,44 persen dan 0,22 persen.
Baca juga: IHSG Ditutup Melemah Ikuti Bursa Kawasan Asia
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu JAWA, LAJU, MPRO, PDES dan FIREE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni SMKM, BRMS, JKON, MARI dan TKIM.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.339.719 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,73 miliar lembar saham senilai Rp12,54 triliun. Sebanyak 120 saham naik, 439 saham menurun, dan 195 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 711,00 poin atau 2,28 persen ke 30.526,90, indeks Hang Seng melemah 135,38 poin atau 0,78 persen ke 17.195,84, dan indeks Strait Times melemah 44,96 poin atau 1,41 persen ke 3.147,39.
Sementara itu, indeks Shanghai (China) libur dalam rangka memperingati Golden Week Holiday./








































