www.bisnistoday.co.id
Kamis , 20 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG Ditutup Melemah Ikuti Bursa Kawasan Asia
Bursa

IHSG Ditutup Melemah Ikuti Bursa Kawasan Asia

ihsg melemah
IHSG pada perdagangan Senin (15/07) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (03/10) ditutup turun 20,57 poin ke posisi 6.940,89. Sementara indeks LQ45 turun 1,01 poin ke posisi 956,06. Penurunan IHSG kali ini mengikuti pelemahan bursa kawasan Asia.

Tim Riset Pilarmasa Investindo Sekuritas dalam kajiannya menyebutkan, pelemahan bursa Asia karena adanya kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) untuk jangka waktu yang lebih lama sebab The Fed tetap menargetkan inflasi AS untuk turun hingga 2 persen.

Sejauh ini probabilitas tingkat suku bunga The Fed pada November 2023 untuk tetap di level 5,25- 5,50 persen adalah sebesar 74,3 persen dan untuk naik 5,50- 5,75 persen sebesar 25,7 persen.

Sementara itu, nilai mata uang di Asia semakin berkontraksi, yang mana yen mendekati level terendah dalam satu tahun.

Rupiah juga melanjutkan depresiasi pada Selasa dan menyentuh level terlemahnya selama tujuh bulan sebesar 15.613 per dolar AS.

Melemahnya nilai mata uang di Asia disebabkan oleh meningkatnya Yield Treasury AS bertenor 10 tahun yang melampaui 4,65 persen pada awal Oktober 2023, tingkat yang belum pernah terlihat sejak Juli 2007.

Dibuka Melemah

Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori postif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak k zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat di mana sektor properti paling tinggi yaitu 0,88 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor kesehatan yang naik masing-masing sebesar 0,19 persen dan 0,13 persen.

Baca juga: Saham Sektor Properti Dorong Kenaikan IHSG

Sedangkan tujuh sektor turun yaitu sektor energi turun paling dalam yaitu minus 1,91 persen, diikuti sektor industri dan sektor keuangan yang masing-masing minus 1,34 persen dan minus 0,99 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu FIRE, TOOL, INET, JAWA, dan PRIM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MITI, WIDI, DEWI, HUMI, dan RELF.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.438.487 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,94 miliar lembar saham senilai Rp10,12 triliun. Sebanyak 193 saham naik, 331 saham menurun, dan 226 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 522,00 poin atau 1,64 persen ke 31.237,90, indeks Hang Seng menguat 478,43 poin atau 2,69 persen ke 17.311,22, dan indeks Strait Times melemah 16,51 poin atau 0,51 persen ke 3.192,35. Indeks Shanghai (China) libur memperingati hari libur nasional negara tersebut./

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...

Iman Sudargo
Bursa

Luno Indonesia Perkenalkan Iman Sudargo Sebagai ‘Country Head’

JAKARTA, Bisnistoday -  Luno aplikasi investasi aset kripto global yang berkomitmen menyediakan...

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...