JAKARTA, Bisnistoday – Serangan udara gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) lalu, menandai fase baru perseteruan antara kedua kubu yang selama ini bertikai. Konflik kini menjadi terbuka daripada sekadar retorika dan saling ancam.
Presiden AS Donald Trump bahkan memberi sinyal perang ini dapat berlangsung selama empat hingga lima pekan. Pertanyaannya sekarang adalah apakah Washington dapat mempertahankan perang baru di Timur Tengah ini dan berapa biayanya?
Pada 28 Februari, Trump mengonfirmasi dalam video yang diposting di media sosial miliknya bahwa AS telah mengambil bagian dalam apa yang dia gambarkan sebagai “operasi tempur besar” yang kemudian diberi nama Operasi Epic Fury.
Trump mengatakan tujuannya adalah untuk memastikan agar Iran tidak memperoleh senjata nuklir. “Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meluluhlantakkan industri rudal mereka. Industri itu akan benar-benar hancur,” ujarnya.
Militer AS mengatakan telah menyerang lebih dari 1.250 target di Iran sejak operasi dimulai pada Sabtu lalu. Dalam pernyataan terpisah, Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengatakan telah menyerang dan menghancurkan 11 kapal Iran.
Operasi tersebut melibatkan serangan udara, rudal jelajah yang diluncurkan dari laut, dan serangan terkoordinasi terhadap fasilitas terkait nuklir, serta tmenargetkan okoh-tokoh senior yang terkait dengan lembaga pertahanan Iran.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam gelombang pertama serangan AS-Israel itu.
Menurut laporan Biaya Perang 2025 dari Universitas Brown, sejak 7 Oktober 2023, AS telah memberikan bantuan militer kepada Israel sekitar US$21,7 miliar atau setara Rp 366, 7 triliun. Selain itu, pembayar pajak Amerika telah mendanai operasi AS untuk mendukung Israel di Yaman, Iran, dan Timur Tengah yang lebih luas dengan biaya US$9,65 miliar hingga US$12,07 miliar.
Itu menjadikan total pengeluaran AS yang terkait dengan konflik tersebut antara $31,35 miliar dan $33,77 miliar (kurang lebih Rp528, 14 triliun) dan diperkirakan akan terus bertambah.
Sistem persenjataan
Menurut CENTCOM, Operasi Epic Fury telah melibatkan lebih dari 20 sistem senjata di seluruh angkatan udara, laut, darat, dan pertahanan rudal.
CENTCOM mengatakan lebih dari 1.000 target di dalam Iran telah dihantam, menggunakan lebih dari 20 sistem berbeda di seluruh angkatan udara, laut, dan darat, serta pasukan pertahanan rudal.
“Fokus Amerika Serikat dan Israel sekarang adalah untuk melemahkan atau menurunkan – secepat mungkin – kemampuan ofensif Iran untuk terus menimbulkan kerusakan. Anda ingin menghentikan serangan-serangan ini, atau setidaknya menguranginya sebisa mungkin,” kata Kevin Donegan, mantan direktur operasi CENTCOM, kepada Al Jazeera.//




