Press "Enter" to skip to content

Investor Sambut Positif Pelonggaran PPKM, IHSG Pun Menguat

IHSG dan Rupiah pada perdagangan Selasa (14/9) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kebijakan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) disambut positif oleh investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (14/9) ditutup menguat 40,94 poin ke posisi 6.129,1. Sementara indeks LQ45 naik 4,77 poin ke posisi 870,3.

Tim Riset Indo Premier Sekuritas dalam kajiannya menyatakan, pengauatan IHSG hari ini didukung yaitu naiknya harga komoditas minyak mentah dan CPO dan semakin diperlonggar aturan PPKM seiring membaiknya kondisi dalam negeri.

Seperti diketahu bahwa pemerintah kembali memperpanjang kebijakan PPKM di Pulau Jawa-Bali pada 14-20 September 2021. Dalam penerapan PPKM level 4, 3 dan 2 yang dilakukan sejak tanggal 6-13 September 2021, perkembangan kasus secara nasional terus menunjukkan perbaikan yang sangat signifikan dan capaian yang terus membaik.

Hal itu dapat terlihat dari penurunan tren kasus konfirmasi secara nasional hingga 93,9 persen dan secara spesifik di Jawa-Bali turun hingga 96 persen dari titik puncaknya pada 15 Juli lalu.

Dibuka menguat, IHSG betah berada di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih terus menghijau sampai penutupan bursa saham.

Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” sebesar Rp404,36 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.445.815 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,7 miliar lembar saham senilai Rp14,92 triliun. Sebanyak 306 saham naik, 193 saham menurun, dan 160 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 222,73 poin atau 0,73 persen ke 30.670,1, indeks Hang Seng turun 311,58 poin atau 1,21 persen ke 25.502,23, dan indeks Straits Times meningkat 6,8 poin atau 0,22 persen ke 3.081,11.

Rupiah Pun Menguat

Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menjelang rilis data inflasi AS malam ini ditutup menguat5 poin atau ke posisi Rp14.248 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.253 per dolar AS.

“Investor menunggu data inflasi AS yang dapat mempengaruhi kapan The Federal Reserve akan mulai mengurangi stimulus,” tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya seperti dilansir Antara.

Data indeks harga konsumen yang akan dirilis Selasa (14/9) malam ini diperkirakan akan menunjukkan laju inflasi tahunan sebesar 5 persen atau lebih.

Hal itu mengikuti laporan minggu lalu yang menunjukkan indeks harga produsen untuk permintaan akhir naik ke tertinggi baru karena gangguan rantai pasokan yang terus-menerus mendorong biaya lebih tinggi.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.255 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.243 per dolar AS hingga Rp14.268 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp14.257 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.260 per dolar AS./

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *