www.bisnistoday.co.id
Selasa , 29 September 2026
Home NASIONAL & POLITIK Jembatan Palopo Pulihkan Konektivitas Sulsel Pasca Bencana Longsor
NASIONAL & POLITIK

Jembatan Palopo Pulihkan Konektivitas Sulsel Pasca Bencana Longsor

Kondisi konstruksi Jembatan Palopo memasuki tahap akhir di Provinsi Sulawesi Selatan, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga tengah menyelesaikan tahap akhir konstruksi Jembatan Palopo di Provinsi Sulawesi Selatan. Jembatan sepanjang 100 meter dibangun secara permanen sebagai upaya pemulihan konektivitas jalan poros utama penghubung Kota Palopo dengan Kabupaten Toraja Utara pasca bencana tanah longsor pada pertengahan tahun 2020 lalu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan jalan dan jembatan memiliki peran penting sebagai tulang punggung pengembangan konektivitas antar-wilayah dalam rangka memperlancar distribusi logistik di Indonesia. “Konektivitas yang semakin lancar akan mengurangi biaya angkut kendaraan logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Menteri Basuki di Jakarta, Senin (6/9).

Jembatan Palopo yang baru dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang putus akibat tergerus tanah longsor. Sebelumnya Ditjen Bina Marga melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan telah membangun jembatan gantung yang dapat dilalui kendaraan roda dua untuk mendukung lalu lintas sementara pasca bencana. 

Berita Terkait : Jembatan Sei Alalak Banjarmasin Lakukan Uji Layak Fungsi

“Karena lebar longsor sekitar 60–70 meter, Ditjen Bina Marga memutuskan untuk membangun jembatan di lokasi jalan yang putus agar apabila terjadi hujan lebat dan longsor, tidak menutup akses jalan karena longsoran akan melewati kolong jembatan,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) II.4 BBPJN Sulawesi Selatan Wido Kharisma. 

Menurut Wido, konstruksi Jembatan Palopo sepanjang 100 meter dan lebar 7 meter menggunakan rangka baja berteknologi Lead Rubber Bearing (LRB) dengan seismic joint yang berguna meredam guncangan saat terjadi gempa. Desain jembatan  diperuntukan untuk kendaraan dengan muatan sumbu terberat (MST) sebesar 10 ton. 

“Saat ini progres konstruksi jembatan sudah mencapai 97% dan tinggal perbaikan dan kelengkapan minor saja. Semoga kondisi cuaca mendukung, karena kendala yang dihadapi adalah cuaca ekstrem. Kondisi di sekitar jembatan merupakan tebing-tebing tinggi sehingga bila hujan lebat rawan terjadi longsor,” tutur Wido. 

Berita Terkait : Kementerian PUPR Tuntaskan Tiga Jembatan Gantung di Jateng

Setelah konstruksi selesai, BBPJN Sulawesi Selatan akan melakukan uji beban terlebih dahulu bersama instansi terkait dikarenakan Jembatan Palopo termasuk dalam kriteria jembatan khusus dengan panjang bentang 100 meter. Selanjutnya Jembatan Palopo dapat beroperasi untuk memperlancar arus distribusi logistik dan juga mobilitas masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Kota Palopo dan Kabupaten Toraja Utara./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kementerian ATR BPN
NasionalNASIONAL & POLITIK

Uunk Din Parunggi Naik Jadi Kepala Biro Humas ATR BPN

JAKARTA, Bisnistoday – Uunk Din Parunggi, S.SiT., M.A.P., QRMP., mendapat amanah baru...

Kantah Kota Palangka Raya Perkuat Implementasi Kebijakan ATR BPN
NasionalNASIONAL & POLITIK

Kantah Palangka Raya Jalankan Kebijakan ATR BPN Terukur

PALANGKA RAYA, BisnisToday – Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Palangka Raya memperkuat koordinasi...

HumanioraNASIONAL & POLITIK

Agrinas Palma Luncurkan Program Makan Bergizi dan Bantuan Pendidikan di Rokan Hulu

JAKARTA, Bisnistoday - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) melalui program Tanggung Jawab...

PT Asuransi BRI Life
HumanioraNASIONAL & POLITIK

BRI Life Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Bencana di NTT

JAKARTA, Bisnistoday -  PT Asuransi BRI Life Tbk, menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada  masyarakat...