BATAM, Bisnistoday — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerja sama dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memperkuat pengembangan UMKM di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.
Kolaborasi ini fokus pada perluasan akses pembiayaan, peningkatan investasi, serta integrasi pengusaha UMKM ke dalam rantai pasok industri yang berkembang di wilayah tersebut.
Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, menyampaikan kerja sama ini memberikan dukungan pendampingan ekspor, peningkatan kapasitas usaha, pemanfaatan aset milik BP Batam, hingga pemetaan peluang untuk masuk ke dalam rantai pasok kegiatan investasi.
Sebagai proyek percontohan, Kementerian UMKM akan menjalankan program ACCES (Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises) melalui pendampingan akses pembiayaan dan pelatihan peningkatan kapasitas usaha dalam waktu dekat.
“Melalui penguatan permodalan, peningkatan kapasitas, dan integrasi UMKM ke dalam rantai pasok industri, kami mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing di tingkat global,” ujar Helvi saat penandatanganan nota kesepahaman bersama BP Batam dan BRI di Batam, Kamis (29/1).
Kerja sama ini sejalan dengan potensi ekonomi Batam yang terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, realisasi investasi di Batam tercatat mencapai Rp69,30 triliun, melampaui target Rp60 triliun atau sekitar 115 persen dari sasaran yang ditetapkan.
Helvi mengatakan derasnya investasi membuka peluang besar bagi pengusaha UMKM lokal sebagai mitra rantai pasok dan offtaker bagi industri besar yang beroperasi di Batam.
“Pengusaha UMKM Batam adalah penyerap tenaga kerja terbesar, penggerak ekonomi berbasis masyarakat, sekaligus benteng ketahanan ekonomi,” katanya.
Kementerian UMKM berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui kebijakan yang mendukung serta akses yang setara bagi seluruh pelaku UMKM.




