www.bisnistoday.co.id
Selasa , 19 Mei 2026
Home LIFESTYLE Komal Aji Kupas Fenomena Transfer Super League: Diaspora Pulang Kampung
LIFESTYLESport & Health

Komal Aji Kupas Fenomena Transfer Super League: Diaspora Pulang Kampung

Komal Aji Bahas Fenomena Transfer Super League: Diaspora Pulang Kampung
Komal Aji membahas fenomena transfer Super League 2025
Social Media

JAKARTA, BisnisToday – Kolaborasi Masal (Komal) bersama host Aji Hendi di platform digital TikTok mengupas fenomena bursa transfer Super League 2025/2026.

Pecinta sepak bola nasional pun buka suara menyoroti “diaspora pulang kampung” sejalan dengan kritik dan kekawatiran turunnya performa yang membayangi.

Nama-nama seperti Jordi Amat, Rafael Struick, dan Jens Raven jadi topik yang dibahas.

Ketiganya tampil cemerlang di Timnas Indonesia termasuk Jens Raven yang mencetak total 6 gol dari dua laga awal Timnas Indonesia U23 di AFF Mandiri Cup 2025.

Kini, mereka bersiap memulai babak baru di kompetisi domestik. Komentar pun bermunculan dari para netizen sepak bola.

Syaiful Amri pemilik akun TikTok @gue_ipul menegaskan bahwa keputusan pulang kampung adalah hak penuh para pemain.

“Mereka pemain profesional. Mau gabung ke Persija, Dewa United, atau Bali United, itu prerogatif. Soal anggapan performa turun? Itu cuma kekhawatiran yang belum terbukti,” tegasnya dalam diskusi Komal.

Ia bahkan menambahkan, hingga kini belum ada data atau analisis yang menyimpulkan bermain di Super League akan menurunkan kualitas pemain diaspora.

Sementara itu, Rolls pemilik akun @pejantantangguh586 menilai transfer Rafael Struick ke Dewa United sebagai langkah strategis yang menguntungkan klub, bukan hanya secara teknis, tapi juga dari sisi bisnis.

“Kedatangan pemain bintang seperti Struick akan mendongkrak engagement klub. Ini bisa jadi magnet marketing yang sangat kuat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Jaya atau yang dikenal sebagai @_bam38 melihat Persija, Bali United, dan Dewa United sebagai klub-klub yang lihai membaca peluang pasar.

Bahkan soal permintaan tiket bolak-balik Indonesia-Belanda dalam negosiasi, menurutnya adalah hal lumrah.

“Itu bagian dari profesionalisme dalam kontrak. Nggak ada yang aneh,” kata pria yang akrab disapa Obrien itu.

Obrien juga menyoroti pentingnya menit bermain bagi pilar timnas seperti Rizky Ridho hingga Ricky Kambuaya.

Baginya, bermain reguler di level klub termasuk Super League adalah kunci menjaga performa tim nasional.

“Kalau mereka main di top tier seperti Persebaya atau Bali United, kenapa tidak? Yang penting main,” tegasnya.

Ia bahkan menyebut nama Tom Haye, gelandang kunci Timnas yang hingga kini belum jelas berlabuh ke mana.

“Kita semua deg-degan nunggu kabar klub barunya. Tapi kalau pun main di Super League, saya yakin dia tetap jago,” tutup pria yang disapa Om Obrien itu.

Dengan kembalinya pemain diaspora dan klub-klub yang makin agresif di pasar transfer, Super League 2025-2026 menjanjikan drama dan kualitas yang semakin panas.

“Ini bukan sekadar kompetisi, tapi panggung baru bagi masa depan sepak bola Indonesia,” tutup Mas Ipul.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

David Beckham dan istrinya Victoria (dok: Instagram)
EKONOMISport & Health

David Beckham Jadi Atlet Miliarder Pertama Inggris

JAKARTA, Bisnistoday - Mantan bintang sepak bola Manchester United dan Timnas  Inggris,...

Sepak Bola
LIFESTYLESport & Health

John Herdman Kirim Pesan Keras, Sindir Pelatih Doyan Endorse?

Jakarta, BisnisToday – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tampaknya mulai mengirim pesan...

Jepang akhirnya umumkan skuadnya ke Piala Dunia 2026 minus dua pemain mahalnya.
LIFESTYLESport & Health

Jepang Umumkan Skuad Piala Dunia 2026 Minus 2 Pemain Mahal

JAKARTA, BisnisToday – Jepang umumkan skuad Piala Dunia 2026 tanpa Mitoma dan...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan
Sport & Health

Pemkot Bandung Hadirkan Layanan Psikologi Klinis di 12 Puskesmas

BANDUNG, Bisnistoday - Pemerintah Kota Bandung mulai memperluas layanan kesehatan mental dengan...