www.bisnistoday.co.id
Rabu , 7 Oktober 2026
Home EKONOMI Energi Krisis Kepercayaan SPBU Pertamina, Masyarakat Serbu SPBU Swasta
Energi

Krisis Kepercayaan SPBU Pertamina, Masyarakat Serbu SPBU Swasta

Pertamax
POMPA BBM Non Subsidi -PERTAMAx./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Masyarakat sejatinya sudah menduga-duga bahwa kualitas BBM non subsidi produk PT Pertamina (Persero) khususnya Pertamax (RON92) kurang baik. Dengan terbongkarnya, kasus mega korupsi yang melibatkan Sub-Holding PT Pertamina (Persero) serta penyedia jasa, seakan menegaskan bahwa kualitas Pertamax memang kurang meyakinkan. Sontak terbukanya kasus tersebut, membuat masyarakat kesal, hingga ramai membeli BBM di SPBU swasta.

“Saya sudah biasa pakai BBM swasta, dan dulunya di-mixed, kadang Pertamax juga swasta. Tapi sekarang sudah langganan swasta, jarang pakai Pertamax kecuali kepepet. Tumben hari ini, kok ramai ya SPBU Swasta, biasaya tak seperti ini,” ungkap Pratama (24 tahun), konsumen SPBU Shell di Sawangan, Depok.

Sementara, Ratna (36 tahun) yang biasa berlangganan membeli BBM di SPBU Swasta juga mengaku terjadi peningkatan antrean pembelian. Seperti di SPBU Swasta Jl. Antasari, Jaksel serta SPBU di Jl. TB Simatupang juga ramai pembeli. “Mungkin agak kurang percaya sama produk Pertamina kali ya, jadi pada ramai mengisi BBM di sini,” ujarnya.

Kejaksaan Agung belum lama ini mengumumkan kasus mega korupsi terkait tata kelola energi yang dibawah pengelolaan PT Pertamina (Persero) melalui sub-holdingnya secara umum terjadi perbuatan melawan hukum terkait tata kelola sektor minyak. Salah satunya, Kejagung menuding bahwa telah terjadi pengoplosan BBM Subsidi (Pertalite)-(RON90) dengan Pertamax (RON92).

Sudah Sesuai Spesifikasi

PT Pertamina (Persero) melalui Sub-holdingnya sendiri mengaku produknya khususnya Pertamax (RON92) di SPBU miliknya sudah sesuai standar atau spesifikasi.  Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari menegaskan, tidak ada pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax.  Kualitas Pertamax dipastikan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah yakni RON 92.

“Produk yang masuk ke terminal BBM Pertamina merupakan produk jadi yang sesuai dengan RON masing-masing, Pertalite memiliki RON 90 dan Pertamax memiliki RON 92. Spesifikasi yang disalurkan ke masyarakat dari awal penerimaan produk di terminal Pertamina telah sesuai dengan ketentuan pemerintah,” ujarnya, Selasa (25/2).

Heppy melanjutkan, treatment yang dilakukan di terminal utama BBM adalah proses injeksi warna (dyes) sebagai pembeda produk agar mudah dikenali masyarakat. Selain itu juga ada injeksi additive yang berfungsi untuk meningkatkan performance produk Pertamax.

“Jadi bukan pengoplosan atau mengubah RON. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas Pertamax,” jelas Heppy./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Transmisi tegangan tinngi
Energi

LUTD PLN UID Jabar Perlu Sesuaikan Karakter dan Kebutuhan Wilayah

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Program Light Up the Dream (LUTD) PLN UID Jawa...

kabel Udara
Energi

Listrik Jampang Kulon Dinilai Buka Peluang Investasi di Selatan Jawa Barat

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Penguatan infrastruktur kelistrikan di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, dinilai...

Energi

PHE Lepas Pantai Bunyu Sosialisasikan Rencana Eksplorasi di Kalimantan Utara

TANJUNG SELOR, Bisnistoday.co.id – PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE...

Wartsila, perusahaan teknologi global asal Finlandia, berpartisipasi di Enlit Asia – MKI Electricity Connect, dengan menghadirkan teknologi mesin dual-fuel Wärtsilä 34DF yang mengedepankan fleksibilitas jaringan listrik untuk mendukung semakin meningkatnya kebutuhan pasokan listrik di Indonesia.(dok:Ist)
Energi

Fleksibilitas Jaringan Listrik jadi Kunci Percepatan Energi Terbarukan dan Pertumbuhan Pusat Data AI

JAKARTA, Bisnistoday - Indonesia memasuki fase baru dalam transisi energinya, yang didorong...