www.bisnistoday.co.id
Minggu , 19 April 2026
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat KUR BRI Dorong UMKM Kue Lebaran Naik Kelas
Ekonomi Rakyat

KUR BRI Dorong UMKM Kue Lebaran Naik Kelas

Social Media

BANDUNG, Bisnistoday – Menjelang momentum Lebaran, permintaan terhadap kue kering dan aneka camilan khas Idulfitri selalu mengalami lonjakan signifikan.

Kondisi ini menjadi peluang bagi banyak pelaku UMKM untuk meningkatkan omzet, tetapi tidak sedikit yang terkendala pada permodalan.

Salah satunya adalah Fitri Sylvia, pelaku usaha kue Lebaran dengan merek De Leakker merasakan manfaat besar dari pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

“Awalnya aku mulai bisnis sendiri dari zaman kuliah sekitar 2015, bikin kue kering, tapi masih musiman saja untuk Lebaran,” kenang Syilvi saat ditemui di kediamannya di Bandung, Sabtu (29/11).

“Kita suka jualan, tapi kadang suka nunggu mood juga orangnya, jadi kita merasa butuh saling dukung,” ujar Sylvia sambil tertawa.

Kerja sama keduanya membuat De Leakker tumbuh perlahan namun stabil. Pada 2024, Kamila bergabung memperkuat tim dan membawa energi baru.

“Dengan bertiga, kita jadi makin solid. Pembagian kerja lebih jelas, ide juga lebih banyak, jadi usaha bisa berkembang lebih cepat,” kata Sylvia.

Untuk meningkatkan kapasitas produksi menjelang Lebaran, Sylvia mengajukan KUR BRI sebesar Rp45 juta, bukan tanpa alasan KUR dinilai memiliki bunga yang ringan sehingga tidak memberatkan pelaku usaha yang masih jatuh bangun merintis seperti dirinya.

“Pinjaman KUR BRI sangat membantu ketika aku mau kembangin De Leakker, apalagi bunganya sekitar 6 persen, itu yang paling penting. Kita cari pinjaman yang enggak memberatkan, dan ternyata solusinya ketemu di KUR BRI,” kata Syilvi.

Selain itu, proses pengajuan KUR BRI dinilai mudah dan ditambah dengan petugasnya yang ramah UMKM.

“Syaratnya simpel, cuma KTP dan bukti usaha. Ada survei juga dari pihak BRI. Yang penting enggak ada jejak pinjol bermasalah, dan proses cairnya cepat,” tambahnya.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk menambah modal kontrakan tempat produksi, membeli bahan baku, serta membayar pegawai.

Dengan bantuan modal dari BRI, De Leakker yang sejak awal dibangun dari bawah mulai berkembang perlahan namun pasti.

Dari yang awalnya dijalankan tanpa pegawai dan tanpa dapur khusus, dengan pinjaman modal KUR kini De Leakker sudah mampu mengontrak dapur produksinya sendiri.

Berkat ketekunan dan permintaan dari pelanggan setia, kapasitas produksi meningkat dari tahun ke tahun, kini De Leakker bukan lagi hanya usaha musiman, tetapi bisnis yang berjalan sepanjang tahun.
“Kita pikir sayang kalau brand sudah ada, pasar sudah ada, tapi hanya jalan saat Lebaran. Akhirnya kita memutuskan buka tempat produksi sendiri,” terang Syilvi.

Usaha Makin Berkembang

Setelah memiliki dapur khusus De Leakker berkembang pesat. Mereka tidak hanya memproduksi kue kering, tetapi juga berbagai dessert dan roti kekinian.

Saat ini De Leakker memiliki 13 varian produk, dengan andalan palm cheese dan nastar premium. Dan tentunya selalu ada produk varian baru disetiap musim Lebaran.

Jelang ramadan omzet juga penjualan juga signifikan. Jika di hari biasa De Leakker hanya memproduksi sekitar 200 produk per bulan, tetapi pada Ramadan penjualan meningkat hampir 100 persen.

Termasuk untuk kebutuhan hampers Lebaran. “Produksi bisa naik hampir dua kali lipat. Pesanan besar tidak lagi membuat saya kewalahan karena tim dan bahan bakunya sudah siap,” tambahnya.

Selain meningkatkan omzet, perkembangan usaha Sylvia juga memberi dampak sosial.

Ia kini mampu mempekerjakan beberapa orang-orang disekitarnya sebagai tenaga bantu harian, khususnya menjelang puasa dimana tenanga kerja bisa bertambah hingga 5 kali lipat dari hari biasanya.

“Alhamdulillah, kita juga jadinya bisa membantu memberikan lapangan kerja, meskipun mungkin skalanya belum besar, ya. Tapi senang juga lihat teman-teman bisa menambah penghasilan, terutama di musim ramai seperti Ramadan hingga menjelang Lebaran,” katanya.

“Lebaran 2025 kemarin kami menjual 1200 toples kue. Tahun ini targetnya tentu bisa lebih banyak lagi apalagi,” ungkap Syilvi.

Dukungan modal dari KUR BRI membuat De Laekker mampu memenuhi lonjakan permintaan, sehingga kualitas produksi semakin stabil, kapasitas meningkat.

“Ya Alhamdulillaj KUR BRI  membantu usaha kami naik kelas. Dari yang tadinya musiman, sekarang jadi bisnis yang jalan terus, semoga bisa manteng terus kedepannya,” kata Syilvi.

De Leakker membuktikan bahwa usaha yang dimulai dari dapur kecil dan momentum musiman pun bisa naik kelas dengan konsistensi, inovasi, tentu dengan dukungan pembiayaan yang tepat.

Dengan bunga rendah  dan proses pengajuan yang mudah, KUR BRI menjadi solusi yang tepat bagi pelaku usaha kecil yang ingin memperbesar kapasitas atau mengatasi tingginya permintaan musiman./(E1-DINNI)

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Direktur Aset PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Agung Setya Imam Effendi (dok: PTPN)
EKONOMIEkonomi Rakyat

PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset

BOGOR, Bisnistoday  –  PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai Holding Perkebunan menegaskan...

Antisipasi Kemarau
EKONOMIEkonomi Rakyat

Antisipasi Musim Kemarau, PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla

JAKARTA-Bisnistoday: Potensi anomali cuaca sekecil apa pun tetap memerlukan langkah antisipatif. Hal...

Ekonomi Rakyat

RAT 2025, Koperasi Kana Catatkan Lonjakan

SURABAYA, Bisnistoday - Koperasi Konsumen Kana sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT)...

Ekonomi Rakyat

Rest Area 260 B Eks Pabrik Gula Pemburu Berkah

BREBES, Bisnistoday - Mudik lebaran selalu jadi momentum yang ditunggu-tunggu para perantau...