JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (27/6) melemah 10 poin ke posisi Rp14.493 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.483 per dolar AS.
Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Nikolas Prasetia di Jakarta, Selasa (27/7) mengatakan, dari luar negeri pelemahan kurs rupiah kali ini nampaknya pasar wait and see menjelang rapat The Fed, tapi masih ada perkiraan bahwa The Fed tetap teguh pada pendiriannya untuk mempertahankan suku bunganya.
Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya saat ini berada di level 92,788. Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,251 persen.
Sementara itu, dari domestik, menurunnya jumlah kasus harian Covid-19 menjadi katalis positif bagi nilai tukar rupiah. “Kalau saya melihatnya ada sedikit penguatan di rupiah bersamaan dengan menurunnya jumlah kasus harian Covid-19 di Indonesia,” katanya.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.470 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.467 per dolar AS hingga Rp14.497 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp14.489 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.494 per dolar AS./


