www.bisnistoday.co.id
Kamis , 15 Oktober 2026
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat PT Maal Luncurkan Program Khusus UMKM: Wujudkan Pedagang Kelas Gerobak Hingga Menjadi Franchise
Ekonomi Rakyat

PT Maal Luncurkan Program Khusus UMKM: Wujudkan Pedagang Kelas Gerobak Hingga Menjadi Franchise

UMKM Nusantara
PENGURUS dan Koordinator Wilayah UMKM Nusantara bersama Dirut PT Maal Maryadi Arya Lakmono di Kab. Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/9)
Social Media

BOGOR, Bisnistoday.co.id – Direktur Utama PT Maal, Maryadi Aryo Laksmono, meluncurkan program khusus bagi pelaku Usaha Ultra Mikro untuk dapat naik kelas dari usaha gerobak hingga berkembang menjadi franchise.

Program tersebut berupa pinjaman tanpa proses berbelit, tanpa BI Checking, tanpa bunga, dan tanpa jaminan, yang diperuntukkan khusus bagi usaha ultra mikro.

“Bagi usaha mikro ini memiliki keterbatasan akses ke perbankan, kami dorong agar berkembang hingga layak perbankan dan menjadi usaha mikro yang mandiri,” ujar Maryadi dalam kegiatan silaturahmi komunitas UMKM Nusantara di Kabupaten Bogor.

Menurut Maryadi, selama ini banyak pelaku usaha ultra mikro yang tidak memperdulikan pencatatan usahanya. Padahal, data usaha sangat penting bagi lembaga keuangan dalam mengeluarkan kredit.

Melalui program yang diinisiasi PT Maal ini, pelaku usaha mikro dilatih untuk tertib dalam pencatatan. Melalui pencatatan tersebut menjadi masukan untuk pengelola zakat dalam memberikan pinjaman.

“Terpenting mengubah perilaku usaha mikro agar lebih tertib pencatatan,” tegasnya.

“Selama ini tidak diketahui berapa HPP, dan juga seberapa besar marginnya. Apabila jumlah pinjaman lebih tinggi dari kemampuan, maka timbul masalah hingga terjerat pinjol,” tambahnya.

Ia menjelaskan, bahwa PT Maal bukan lembaga perbankan, tetapi sebagai penghubung usaha mikro dengan pendanaan dan pengelola zakat.

Bagi usaha mikro yang sudah mampu mengakses pendanaan perbankan dan menjadi lebih berkembang, sudah bukan menjadi sasaran pembiayaan PT Maal.

Para usaha mikro yang bergabung dalam pembiayaan PT Maal akan memperoleh skoring. Apabila nilainya di bawah yang dipersyaratkan, maka pembiayaan akan dihentikan.

“Dihitung pencapaian margin keuntungan, keaktifan dalam kelompok, maupun ketertiban buka atau tutup warung dalam aplikasi. Skor ini juga sebagai referensi kelayakan penerima bantuan wakaf produktif,” jelasnya.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

ILO dan Kemenko
Ekonomi Rakyat

ILO, OJK dan Kemenko Perekonomian Lanjutkan Program Inklusi Keuangan untuk UMKM dan Pekerja Lewat Program Promise to Impact Fase Tiga

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menggelar acara "Celebrating Achievement, Strengthening...

Ali Mahsun
Ekonomi Rakyat

Ketum APKLI MP : Dasco Berperan Besar Jembatani Aspirasi Pedagang Kecil

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Ketua Umum Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, Dan Pedagang Kaki...

Ekonomi Rakyat

INACRAFT 2026 : Rangkai Tradisi, Teknologi, dan Inovasi Dalam Satu Pameran

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) kembali menghadirkan...

Ekonomi Rakyat

Unjuk Gigi di INACRAFT 2026, Empat UMK Binaan Hutama Karya Grup Tampilkan Kerajinan Etnik Berbasis Inovasi

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersama anak perusahaannya,...