www.bisnistoday.co.id
Rabu , 30 September 2026
Home EKONOMI Energi Listrik Jampang Kulon Dinilai Buka Peluang Investasi di Selatan Jawa Barat
Energi

Listrik Jampang Kulon Dinilai Buka Peluang Investasi di Selatan Jawa Barat

kabel Udara
PT JIP dampingi Dinas Bina Marga DKI lakukan pemotongan kabel udara
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Penguatan infrastruktur kelistrikan di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, dinilai dapat membuka peluang investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Selatan Jawa Barat.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus) Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy mengatakan, ketersediaan listrik yang andal tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian penting dari infrastruktur produksi bagi dunia usaha.

“Penguatan infrastruktur kelistrikan di Jampang Kulon bukan hanya persoalan teknis mengenai listrik, tetapi merupakan bagian dari pembangunan ekonomi wilayah,” kata Rizaldy.

Menurutnya, berbagai sektor usaha membutuhkan pasokan energi yang memadai untuk menjalankan kegiatan produksi secara konsisten. Ketersediaan listrik juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi, menggunakan teknologi, hingga mengembangkan bisnis berbasis digital.

Listrik Jampang Kulon Dukung Potensi Perikanan

Rizaldy menilai penguatan listrik di Jampang Kulon dapat dimanfaatkan untuk mendukung potensi ekonomi di Selatan Sukabumi, salah satunya sektor kelautan dan perikanan.

Menurut dia, hasil perikanan tidak harus langsung dijual sebagai bahan mentah. Dengan dukungan listrik yang memadai, rantai usaha dapat dikembangkan mulai dari penyediaan es, cold storage, pengolahan, pengemasan hingga distribusi.

Dengan begitu, hasil perikanan dapat memiliki nilai tambah lebih besar sebelum sampai ke konsumen.

“Energi yang masuk ke desa seharusnya tidak berhenti menjadi konsumsi, tetapi harus dikonversi menjadi produktivitas,” ujarnya.

Ia mengatakan, pemanfaatan listrik untuk kegiatan produktif juga dapat memperkuat hilirisasi ekonomi lokal. Masyarakat memiliki kesempatan untuk mengolah hasil produksi di daerahnya sendiri sehingga nilai ekonomi tidak seluruhnya berpindah ke wilayah lain.

Selain sektor perikanan, pelaku UMKM dapat memanfaatkan listrik untuk menjalankan mesin produksi, menggunakan perangkat digital, melakukan transaksi elektronik, serta memperluas pemasaran melalui kanal daring.

Jadi Pertimbangan Investor

Dari sisi investasi, Rizaldy mengatakan ketersediaan infrastruktur energi menjadi salah satu komponen penting dalam membangun ekosistem usaha di suatu kawasan.

Namun, listrik bukan satu-satunya faktor yang diperhitungkan investor. Akses transportasi, ketersediaan air, jaringan telekomunikasi, tenaga kerja, pasar, hingga kepastian regulasi juga perlu disiapkan secara bersamaan.

Karena itu, penguatan infrastruktur kelistrikan Jampang Kulon perlu diikuti dengan perencanaan pengembangan kawasan yang terintegrasi.

Rizaldy mendorong PLN bersama pemerintah daerah membangun komunikasi dengan pelaku usaha untuk memetakan kebutuhan energi berdasarkan potensi investasi yang akan dikembangkan.

Misalnya, jika kawasan Jampang Kulon diarahkan untuk memperkuat sektor perikanan, kebutuhan energi untuk cold storage, pabrik es, fasilitas pengolahan, hingga usaha pendukung dapat diproyeksikan sejak awal.

“Jadi infrastruktur tidak lagi dibangun setelah ekonomi tumbuh, tetapi justru menjadi instrumen untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baru,” katanya.

Menurut Rizaldy, pola tersebut membuat pembangunan infrastruktur energi dapat berjalan sejalan dengan arah pengembangan ekonomi kawasan, termasuk ketika kebutuhan listrik meningkat seiring bertambahnya aktivitas usaha.

EBT Bisa Masuk Perencanaan Energi Jampang Kulon

Selain memperkuat pasokan listrik, Rizaldy menilai energi baru dan terbarukan (EBT) dapat menjadi bagian dari perencanaan energi jangka panjang di Jampang Kulon.

Pengembangan EBT dapat disesuaikan dengan potensi wilayah dan kesiapan sistem kelistrikan sehingga kebutuhan energi untuk kegiatan ekonomi dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

“Kalau energi tersedia secara andal, modal lebih berani masuk, usaha lebih berani tumbuh, dan masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk menciptakan nilai ekonomi,” ujarnya.

Dengan dukungan infrastruktur kelistrikan yang memadai, potensi perikanan, pertanian, UMKM, pariwisata, dan sektor ekonomi lainnya di Jampang Kulon dinilai memiliki ruang lebih besar untuk berkembang.

Penguatan listrik di Jampang Kulon pun tidak hanya berdampak pada peningkatan akses energi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pusat pertumbuhan ekonomi baru di Selatan Sukabumi dan Selatan Jawa Barat.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Transmisi tegangan tinngi
Energi

LUTD PLN UID Jabar Perlu Sesuaikan Karakter dan Kebutuhan Wilayah

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Program Light Up the Dream (LUTD) PLN UID Jawa...

Energi

PHE Lepas Pantai Bunyu Sosialisasikan Rencana Eksplorasi di Kalimantan Utara

TANJUNG SELOR, Bisnistoday.co.id – PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE...

Wartsila, perusahaan teknologi global asal Finlandia, berpartisipasi di Enlit Asia – MKI Electricity Connect, dengan menghadirkan teknologi mesin dual-fuel Wärtsilä 34DF yang mengedepankan fleksibilitas jaringan listrik untuk mendukung semakin meningkatnya kebutuhan pasokan listrik di Indonesia.(dok:Ist)
Energi

Fleksibilitas Jaringan Listrik jadi Kunci Percepatan Energi Terbarukan dan Pertumbuhan Pusat Data AI

JAKARTA, Bisnistoday - Indonesia memasuki fase baru dalam transisi energinya, yang didorong...

Pameran listrik
Energi

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Perkuat Kolaborasi Menuju Ketahanan Energi ASEAN

JAKARTA, Bisnistoday – Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 resmi dibuka...