JAKARTA, Bisnistoday- Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyalurkan pinjaman dana bergulir senilai Rp19,85 miliar kepada lima koperasi di Bali. Lima koperasi itu adalah KSP Sari Sedana Luwih senilai Rp3 miliar, Koperasi Konsumen Lumbung Merta Sari Rp3 miliar, KSP Puskop Jagadhita Kabupaten Badung Rp4,9 miliar, KSP Sari Sedana Bali Rp4,950 miliar, dan KSP Werdhi Mekar Sari Sedana sebesar Rp4 miliar.
Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo mengatakan penyaluran pinjaman dana bergulir tersebut sebagai bagian dari mendukung program pemerintah untuk pemulihan perekonomian Bali dan juga membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
Dana bergulir yang disalurkan melalui koperasi di Bali, akan memberikan manfaat ekonomi bagi para anggota koperasi yang merupakan pelaku UMKM di Bali yang terdiri dari sektor kuliner, fashuon, kriya, sampai jasa pariwisata. “Hal ini seiring dengan pertumbuhan perekonomian Bali yang sudah mulai pulih,” ucap Supomo dalam keterangan tertulisnya seusai acara Cerita Kriya bertajuk Perajin Berdaya, Indonesia Bangkit yang diselenggarakan di Gedung Art Bali, Bali Collection, Nusa Dua, Bali, Kamis (8/9).
Pada acara tersebut, LPDB-KUMKM menampilkan produk-produk unggulan yang dihasilkan anggota koperasi yang menjadi mitranya. Di antaranya, Koperasi Jujur Utama Mandiri (Bali) yang mengusung UKM perajin binaan seperti Tenun Ikat Sri Sedana, produk perak (Devano Silver), dan Kios Panca Jaya (kerajinan tas)
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan secara simbolis pinjaman dana bergulir kepada tiga mitra LPDB-KUMKM yakni, KSPPS BMT Al Hidayah Ummat Sejahtera (Lombok Timur, NTB) sebesar Rp3 Miliar, Koperasi Konsumen Katala Batu Hijau (Sumbawa Barat, NTB) Rp4,5 Miliar, dan KSPPS Nur Indah Abadi (Jember, Jawa Timur) Rp2 Miliar./




































