JAKARTA, Bisnistoday – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) bersama Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen untuk mendorong pengembangan koperasi dalam industri minyak makan merah.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama LPDB KUMKM, Supomo usai menghadiri peresmian Pabrik Minyak Makan Merah Pagar Merbau yang dikelola oleh Koperasi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) kemarin.
Supomo, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung koperasi-koperasi yang bergerak dalam sektor produktif.
“Kami berupaya keras untuk memastikan koperasi-koperasi yang bergerak dalam industri minyak makan merah dapat terus berkembang dan berkontribusi pada perekonomian nasional. Melalui penyaluran dana bergulir, kami berharap dapat memberikan dorongan yang signifikan bagi koperasi-koperasi tersebut untuk meningkatkan produksi dan kualitas produk minyak makan merah,” kata Supomo.
Selain itu, dengan adanya dukungan ini, diharapkan koperasi-koperasi yang memproduksi minyak makan merah dapat lebih maju dan berdaya saing, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.
“Dukungan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” tambah Supomo.
Pertama di Indonesia
Sebelumnya Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan, Pabrik Minyak Makan Merah Pagar Merbau tersebut menjadi pabrik pertama di Indonesia yang memproduksi produk baru minyak makan merah, dan merupakan satu dari tiga pilot project Minyak Makan Merah yang bekerjasama dengan PTPN.
“Selain tiga pilot project tersebut, saat ini kami juga sedang menyiapkan Skema Mandiri dari Koperasi Petani Sawit Rakyat di sejumlah lokasi, seperti di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan; Kabupaten Pelalawan, Riau; Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat; serta provinsi lainnya untuk mereplikasi Pabrik Minyak Makan Merah di Pagar Merbau ini,” kata Teten.
Baca juga:
Teten berharap, ke depan setiap 1.000 hektare perkebunan sawit yang dikelola oleh koperasi harus dilengkapi dengan pabrik minyak makan merah sebagai infrastruktur pelengkapnya.
“Sesuai Arahan Bapak Presiden, hilirisasi kelapa sawit menjadi minyak makan merah oleh koperasi bertujuan untuk memastikan agar petani semakin sejahtera, memastikan keberlanjutan pasokan minyak goreng sehat dengan harga terjangkau untuk masyarakat,” katanya./





































