BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Program Light Up the Dream (LUTD) PLN UID Jawa Barat dinilai perlu dikembangkan dengan mempertimbangkan karakter dan kebutuhan masing-masing wilayah. Pendekatan tersebut dinilai penting agar perluasan akses listrik dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat.
Pakar Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad) Yogi Suprayogi mengatakan, listrik saat ini telah menjadi kebutuhan dasar yang menopang berbagai aktivitas masyarakat, termasuk di wilayah perdesaan.
“Listrik ini sangat penting di era saat ini. Di desa misalnya, paling miskin pun biasanya untuk melakukan sesuatu itu pasti berinteraksi dengan listrik,” kata Yogi.
Menurutnya, kebutuhan listrik masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penerangan, tetapi juga komunikasi, pendidikan, aktivitas sehari-hari, hingga kegiatan ekonomi.
Karena itu, pemerataan akses listrik di Jawa Barat perlu memperhatikan kondisi setiap wilayah. Tantangan penyediaan listrik dapat berbeda karena dipengaruhi kondisi geografis, jarak, hingga ketersediaan infrastruktur.
LUTD PLN Perlu Perhatikan Kondisi Wilayah
Yogi mencontohkan wilayah yang masih mengandalkan generator berbahan bakar diesel. Penggunaan pembangkit tersebut dapat menghadapi kendala biaya operasional, terutama ketika bahan bakar harus didatangkan ke daerah yang sulit dijangkau.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerataan listrik tidak dapat menggunakan pendekatan yang sama untuk seluruh wilayah.
“Sebetulnya kita harus diversifikasi. Tidak bisa hanya mengandalkan batu bara,” ujarnya.
Ia mengatakan, potensi energi surya, hidro, air laut, energi dari sampah, maupun sumber energi lainnya dapat dikaji sesuai dengan kebutuhan dan kelayakan masing-masing wilayah.
Sistem kelistrikan mandiri juga dapat menjadi salah satu alternatif bagi daerah yang sulit dijangkau jaringan listrik. Namun, penerapannya tetap perlu mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, serta keberlanjutan.
Dalam konteks PLN UID Jawa Barat, Yogi menilai pendekatan berbasis karakter wilayah dapat membantu memastikan program seperti LUTD benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
Yogi juga menilai pemerintah daerah perlu dilibatkan dalam upaya memperluas akses listrik. Pemerintah daerah dinilai memiliki informasi mengenai kondisi wilayah, kebutuhan masyarakat, serta potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.
“Pemerintah daerah juga harus dilibatkan dalam penyediaan energi, terutama di daerah yang memang belum mampu dilayani secara optimal,” katanya.
Keterlibatan pemerintah daerah dapat membantu menentukan prioritas wilayah sekaligus menyesuaikan solusi kelistrikan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain akses fisik, aspek keterjangkauan juga perlu diperhatikan. Dukungan pemerintah maupun program sosial perusahaan seperti LUTD dapat diarahkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan berdasarkan pemetaan kondisi di lapangan.
Ia menekankan program sosial juga perlu berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah dan perencanaan pembangunan daerah agar manfaatnya tidak hanya bersifat jangka pendek.
Pemerataan Listrik Tak Hanya soal Sambungan
Yogi mengatakan keberhasilan pemerataan listrik pada akhirnya tidak hanya dapat dilihat dari bertambahnya jumlah sambungan listrik.
Menurutnya, akses energi perlu tersedia secara terjangkau, berkelanjutan, dan sesuai dengan karakter wilayah sehingga dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, komunikasi, aktivitas sehari-hari, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, LUTD PLN UID Jabar dapat menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas akses energi sekaligus membuka ruang bagi pengembangan solusi kelistrikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat.









































