BANDUNG, Bisnistoday – Perkembangan Bahasa Arab di Indonesia relatif pesat. Bahasa ini tidak hanya dipelajari di kampus berlatar agama Islam, tetapi juga di universitas negeri umum. Hampir semua perguruan tinggi negeri yang memiliki jurusan sastra, pasti membuka program Bahasa dan Sastra Arab.
Selain di univeritas dan institut keagamaan, banyak lembaga formal maupun nonformal membuka program pengajaran Bahasa Arab, salah satunya adalah Masjid Al Hidayah, di Jambudipa, Bandung Barat.
“Program ini terinspirasi dari semakin banyaknya warga negara asing berbahasa Arab berkunjung atau iktikaf di masjid kami, ” kata Ustadz Rizalludin, ketua Yayasan Alhidayah Amaliyah Nizamudin, di Bandung Barat, baru-baru ini.
Peserta program ini, kata Rizal, akan mempraktekan langsung dengan bimbingan pengajar yang berpengalaman . Oleh karena itu, syaratnya peserta sudah bisa membaca Al Qur’an.
“Kalau pun belum lancar, tetapi sudah mengenal huruf di Al Qur:an, bisa mengikuti program ini,” ujarnya.
Para pembimbing program ini adalah para ustad yang lancar berbahasa Arab. Mereka pernah pula ikut program dua bulan lancar berbahasa Arab di tempat lain. Dengan sedikit perbaikan metode pembelajaran, kini mereka siap menularkan kemampuannya kepada peserta program.
“Setiap hari peserta praktek berbahasa Arab, sambil menghapal bahasa Arab. Ini berlangsung selama dua bulan. Peserta wajib tinggal di asrama yang berada di lingkungan masjid,” kata Rizal.
Lebih lanjut ia menjelaskan, kewajiban tinggal di asrama ini untuk mempermudah pembelajaran dan kontrol praktek berbahasa Arab para peserta. Selain itu sesama peserta juga bisa aktif berinteraksi dengan berbahasa Arab.
Adapun fasilitas di asrama hanya lemari dan kasur sebagai alas tidur. “Bantal, selimut, dan perlengkapan untuk mandi, silakan peserta bawa sendiri dari rumah,” ujarnya.//

