www.bisnistoday.co.id
Kamis , 8 Oktober 2026
Home EKONOMI Menahan BI Rate Langkah Yang Tepat
EKONOMIPerbankan & Asuransi

Menahan BI Rate Langkah Yang Tepat

BI meraih penghargaan sebagai lembaga pengelola devisa terbaik di wilayah Asia Tenggara dalam Asian Investor Institutional Excellence Award 2022
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday -Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia ( BI) pada hari Kamis (16/3) menetapkan BI7DRR sebesar 5,75% merupakan keputusan yang tepat dan taktis.

Hal tersebut diubgkapkan Ryan Kiryanto, Ekonom dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) di Jakarta.

Keputusan BI ini, lanjut Ryan, terutama dilandasi oleh terkendalinya inflasi berjalan dan ekspektasi inflasi yang berada dalam target sasaran 2-4% di sepanjang tahun ini.

“Dengan demikian, perbankan dan lembaga pembiayaan non bank tidak tergoda untuk menaikkan suku bunga meskipun sudah ada gejala ke arah sana sejak sebulan terakhir,” tuturnya.

Menurutnya, keberhasilan mengendalikan realisasi inflasi dan ekspektasi inflasi ke depan menunjukkan keberhasilan BI sebagai motornya dalam wadah Tim Pengendali Pusat dan Daerah maupun wadah Satgas Pengendalian Inflasi Pangan.

Seiring dengan itu, lanjut Ryan, keputusan RDG BI kali ini tentu direspon positif pelaku pasar dan dunia usaha karena selain sesuai dengan konsensus dan ekspektasi mereka, juga bisa menjadi stimulan bagi mereka untuk melanjutkan ekspansi usahanya tanpa harus dibayang-bayangi kekhawatiran kenaikan suku bunga.

“Dengan likuiditas perbankan yang masih memadai atau ampel, tidak ada alasan bank memaksakan diri untuk menaikkan suku bunga simpanan yang berkorelasi dengan kenaikan suku bunga kredit,” terangnya.

Alhasil, tambah Ryan, stance ekspansi kredit atau pembiayaan dan dunia usaha atau sektor riil tidak berubah.

Namun demikian, kata Ryan, menjelang lebaran Idul Fitri dan bulan Ramadhan, pemerintah dan BI harus siap siaga mengendalikan inflasi dari sisi demand seiring kenaikan konsumsi kelompok bahan pangan, makanan-minuman dan transportasi.

Ryan mengusulkan, operasi pasar harus lebih diaktifkan untuk menjaga kestabilan harga barang, termasuk menjaga sisi ketersediaan barang, karena tekanan dari sisi demand akan meningkat.

“Tim Pengendali Inflasi Pusat dan Daerah harus lebih rajin melakukan “ronda” (inspeksi) di lapangan supaya laju inflasi tetap terkendali,” terangnya.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Rencanakan Pertemuan dengan Seluruh Pengurus KDKMP, Bahas Tiga Agenda

TAPANULI UTARA, Bisnistoday—Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan merencanakan untuk segera melakukan pertemuan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Koperasi Dalam Pandangan Rocky Gerung

JAKARTA, Bisnistoday—Kehadiran anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rocky Gerung dalam Diskusi bertema "Gerakan...

KB Bank Indonesia
Perbankan & Asuransi

KB Bank Indonesia Tidak Mengalami Perubahan Struktur Kepemilikan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Rencana pemerintah yang mendorong para Induk Koperasi melalui Gerakan...

EKONOMIKorporasi

BRI Life Dorong Perlindungan Jiwa untuk Perencanaan Keuangan melalui Aurora Plus

JAKARTA, Bisnistoday - BRI Life mendorong pentingnya perlindungan jiwa dalam perencanaan keuangan...