www.bisnistoday.co.id
Kamis , 8 Oktober 2026
Home HEADLINE NEWS Mirae Asset : The Fed Diperkirakan Masih Pertahankan Bunga Tetap
HEADLINE NEWS

Mirae Asset : The Fed Diperkirakan Masih Pertahankan Bunga Tetap

Mirae Asset
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga tetap pada pertemuan akhir Juli 2025. Hanya saja, keputusannya menjadi semakin kompleks karena beriringan dengan rilis data makro penting seperti PDB (Produk Domestik Bruto), pasar tenaga kerja, dan inflasi,  yang semuanya berpotensi memengaruhi arah kebijakan ke depan negara Paman Sam ini.

Hal ini merupakan proyeksi dari Analis Mirae Asset Sekuritas, Karinska Salsabila Priyatno di Jakarta, Senin (28/7).  Menurutnya, proyeksi awal menunjukkan PDB AS Kuartal II- 25 akan tumbuh 2,4% YoY, didorong oleh penurunan defisit perdagangan. Meski begitu, indikator permintaan domestik masih lemah, terlihat dari konsumsi yang mulai melandai, perlambatan rekrutmen, dan potensi kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,2% YoY, sehingga mendorong The Fed untuk tetap berhati-hati.

“Dengan situasi tersebut, kami meyakini The Fed akan menahan suku bunga sambil mencermati tekanan politik jangka pendek dan tren disinflasi jangka menengah, apalagi di tengah meningkatnya desakan dari Gedung Putih untuk segera menurunkan bunga,” urainya.

Lebih lanjut Karinska menjelaskan, sikap hati-hati serupa juga terlihat dalam lelang SRBI terbaru, di mana BI tetap menyerap IDR 30.0 triliun, namun membiarkan yield turun di semua tenor. Yield tenor 12 bulan turun menjadi 5,5691% seiring lonjakan permintaan investor.

Langkah Bank Indonesia

Menurut Karinska, langkah BI ini sengaja diambil untuk memperkuat sinyal dovish pasca pemangkasan suku bunga sebelumnya, tanpa harus menyuntikkan likuiditas berlebih. Turunnya minat pada SRBI 6 bulan mengindikasikan pasar sudah mulai mengantisipasi kemungkinan pemangkasan suku bunga lanjutan di akhir tahun.

Analis Mirae Asset Sekuritas ini menungkapkan, ke depan, rencana penerbitan kangaroo bond pada Agustus menambah dinamika baru. Meski potensi permintaan dari investor Australia terbatas, peningkatan porsi obligasi valas menjadi 14,14% dari total penerbitan bisa mengurangi tekanan pasokan obligasi berdenominasi Rupiah.

“Dikombinasikan dengan foreign inflow ke SBN sebesar USD 3,82 miliar dan defisit fiskal yang terjaga di bawah 3%, kami melihat sentimen pasar obligasi Rupiah masih cukup solid untuk berlanjut positif.”//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pembukaan TEI 2025
HEADLINE NEWS

TEI 2026 : Para Buyer Disediakan Zona Khusus Kopi, Teh, dan Kakao Saat Pameran

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Perdagangan terus mematangkan persiapan Trade Expo Indonesia (TEI)...

FIFA Asean 2026
HEADLINE NEWSSport & Health

Drama Adu Penalti di SUGBK, Timnas Indonesia Resmi Rengkuh Trofi FIFA ASEAN Cup 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id  – Tim Nasional (Timnas) Indonesia berhasil mencetak sejarah baru dengan...

HUT TNI
HEADLINE NEWS

Presiden Prabowo Pimpin HUT ke-81 TNI di Cilangkap: “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Ulang...

PELABUHAN PRIOK
HEADLINE NEWS

Surplus Dagang Meroket Tembus USD 3,6 Miliar di Agustus 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kabar baik datang dari neraca perdagangan Indonesia. Setelah sempat...