www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 17 Januari 2026
Home HEADLINE NEWS Mirae Asset : The Fed Diperkirakan Masih Pertahankan Bunga Tetap
HEADLINE NEWS

Mirae Asset : The Fed Diperkirakan Masih Pertahankan Bunga Tetap

Mirae Asset
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga tetap pada pertemuan akhir Juli 2025. Hanya saja, keputusannya menjadi semakin kompleks karena beriringan dengan rilis data makro penting seperti PDB (Produk Domestik Bruto), pasar tenaga kerja, dan inflasi,  yang semuanya berpotensi memengaruhi arah kebijakan ke depan negara Paman Sam ini.

Hal ini merupakan proyeksi dari Analis Mirae Asset Sekuritas, Karinska Salsabila Priyatno di Jakarta, Senin (28/7).  Menurutnya, proyeksi awal menunjukkan PDB AS Kuartal II- 25 akan tumbuh 2,4% YoY, didorong oleh penurunan defisit perdagangan. Meski begitu, indikator permintaan domestik masih lemah, terlihat dari konsumsi yang mulai melandai, perlambatan rekrutmen, dan potensi kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,2% YoY, sehingga mendorong The Fed untuk tetap berhati-hati.

“Dengan situasi tersebut, kami meyakini The Fed akan menahan suku bunga sambil mencermati tekanan politik jangka pendek dan tren disinflasi jangka menengah, apalagi di tengah meningkatnya desakan dari Gedung Putih untuk segera menurunkan bunga,” urainya.

Lebih lanjut Karinska menjelaskan, sikap hati-hati serupa juga terlihat dalam lelang SRBI terbaru, di mana BI tetap menyerap IDR 30.0 triliun, namun membiarkan yield turun di semua tenor. Yield tenor 12 bulan turun menjadi 5,5691% seiring lonjakan permintaan investor.

Langkah Bank Indonesia

Menurut Karinska, langkah BI ini sengaja diambil untuk memperkuat sinyal dovish pasca pemangkasan suku bunga sebelumnya, tanpa harus menyuntikkan likuiditas berlebih. Turunnya minat pada SRBI 6 bulan mengindikasikan pasar sudah mulai mengantisipasi kemungkinan pemangkasan suku bunga lanjutan di akhir tahun.

Analis Mirae Asset Sekuritas ini menungkapkan, ke depan, rencana penerbitan kangaroo bond pada Agustus menambah dinamika baru. Meski potensi permintaan dari investor Australia terbatas, peningkatan porsi obligasi valas menjadi 14,14% dari total penerbitan bisa mengurangi tekanan pasokan obligasi berdenominasi Rupiah.

“Dikombinasikan dengan foreign inflow ke SBN sebesar USD 3,82 miliar dan defisit fiskal yang terjaga di bawah 3%, kami melihat sentimen pasar obligasi Rupiah masih cukup solid untuk berlanjut positif.”//

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

HEADLINE NEWS

Dody Hanggodo Ungkap Strategi Besar Cegah Bencana Berulang di Sumatera

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan rencana induk build back...

Material Tembaga
HEADLINE NEWS

HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Kembali Menguat, Sinyal Kuatnya Permintaan Global

JAKARTA, Bisnistoday – Harga Patokan Ekspor (HPE) komoditas tambang strategis kembali menunjukkan tren...

Sarana Pendidikan
HEADLINE NEWS

Bencana Banjir Sumatera dan Aceh : Satgas PKH Bidik Perusahaan Sawit dan Tambang, Potensi Denda Rp8 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday - Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) bersiap mengambil...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Gejolak Global Kian Memanas, Tekanan Inflasi dan Risiko Geopolitik Bayangi Pasar Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday - Ketegangan geopolitik global yang terus meningkat kembali mengguncang stabilitas...